Kemendikbudristek dan Unesa Tuntaskan Kasus Dosen Lecehkan Tiga Mahasiswi 

0
244

Jakarta, Nawacita – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Chatarina Muliana Girsang angkat bicara terkait kasus pelecehan seksual yang dialami tiga mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). 

Ia menyampaikan pihaknya juga turut dalam penanganan kasus tersebut. Kemendikbudristek saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak Universitas dan sedang menunggu laporan atas kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut. 

“Ini sedang kami koordinasikan (dengan kampus) jadi kami baru masuk. Kan harus masuk dari pihak pelapor dulu ya, karena memang ada pihak pelapor yang tidak ingin kasusnya diproses gitu kan, itu hak mereka. Jadi kita enggak bisa memaksa juga kalau tidak mau diproses secara pidana,” kata Chatarina, saat diwawancarai di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (12/01/2022). 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, langkah yang diambil oleh Kemendikbutristek juga sesuai dengan Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021 tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi. 

“Kami serahkan kepada mereka. Sama seperti di Permendikbudristek 30 kan, kalau semua penanganan itu harus seizin daripada korban,” jelas dia. 

Namun, pihaknya tetap akan mengumpulkan data terkait dan memantau kasus yang terjadi di Unesa. 

“Ini kita sedang mengumpulkan data bagaimana sejauh mana kebenaran atas pemberitaan itu,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Humas Unesa Vinda Maya mengatakan, pihaknya langsung membentuk tim investigasi dan satuan tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk mengusut cepat dan tepat kasus tersebut. 

Ia menyebut, saat ini tim sudah melakukan pemanggilan dan meminta keterangan kepada terduga pelaku dan penyintas. Demi kelancaran pemeriksaan, terduga pelaku dinonaktifkan per 10 Januari 2022. 

“Kami masih menunggu laporan investigasi dari Satgas PPKS. Saat ini,  Satgas fokus untuk mengusut kasus ini sampai tuntas dan segera kami sampaikan ke publik hasilnya secepat mungkin,” kata Vinda, saat dihubungi nawacita.co, Rabu (12/01/2022). 

Dari hasil investigasi tim, Vinda menyebut, kejadian tersebut sudah terjadi pada 2020. Kasusnya sudah disampaikan korban kepihak jurusan dan langsung dilakukan penelurusan untuk mendapatkan bukti-bukti. 

“Ternyata ada pengaduan korban lain yang masuk dan itu menjadi titik terang penanganan hingga diputuskan investigasi lebih lanjut saat ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berinisial H diduga melakukan pelecehan seksual pada mahasiswinya. Hal ini pertama diungkap oleh akun media sosial Instagram @dear_unesacatcallers. 

Dalam beberapa unggahannya, akun tersebut memaparkan bagaimana seorang mahasiswi menjadi korban pelecehan seksual oleh sang dosen. 

“Dosen berinisial H adalah pelakunya,” berikut sepenggal kalimat dalam salah satu posting-an akun @dear_unesacatcallers.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY