KAI Terima Uang Rp2,6 Triliun dari Negara, Simak Alasannya!

0
219

Jakarta | Nawacita – Penumpang setia Kereta Api Indonesia (KAI), apa kalian tahu bahwa PT KAI (Persero) baru saja menerima dana sebesar Rp2,6 Triliun? Dana tersebut ternyata berasal dari uang negara yang diberikan pada PT KAI (Persero) pada tanggal 30 Desember 2021 yang lalu.

Upaya ini dilakukan dalam rangka menambah Penyertaan Modal Negara (PMN). Lalu apa kegunaan dana PMN tersebut? Simak informasinya!

Dilansir dari Instagram Kementerian BUMN  Jumat (7/1/2022) pagi, telah terjadi keterlambatan pembebasan lahan Dipo yang berdampak pada peningkatan biaya pra-operasi, biaya Interest During Construction, dan biaya-biaya lainnya. Sehingga Dana PMN sebesar Rp2,6 triliun untuk LRT Jabodebek akan digunakan untuk Cost Overrun.

Selanjutnya, dijelaskan oleh Kementerian BUMN untuk pemenuhan Base Equity konsorsium BUMN Indonesia, dana PMN sebesar Rp4,3 triliun akan digunakan.
“Base Equity ini perlu dipenuhi agar dana dari CDB dapat dicairkan sehingga pembangunan proyek KCJB dapat tetap dapat dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan Perpres Nomor 49 Tahun 2017, KAI ditugaskan untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana LRT Jabodebek dan Perpres 93 Tahun 2021, KAI ditunjuk sebagai pimpinan konsorsium BUMN proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung,” dikutip dari caption Instagram @kementrianbumn, Jumat (7/1/2022).

Sementara itu, PT KAI berjanji untuk terus memperhatikan dan mengawal jalnnya kedua Proyek Strategis Nasional agar beroperasi tepat waktu dengan tetap guna dengan tetap memperhatikan Standart Operating Procedure (SOP) atau unsur-unsur tata kelola perusahaan yang baik. “Adanya PMN dalam proyek strategis nasional di bidang perkeretaapian tentunya akan memberikan multiplier effect baik bagi masyarakat, negara, dan KAI sendiri,” tutup kementerian BUMN.
Bagaimana, kini teman-teman penumpang setia Kereta Api Indonesia (KAI) sudah cukup paham mengenai dana PMN, bukan?

mg3/berya

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY