Geger OTT KPK, Wali Kota Bekasi Sempat Anggarkan Rp 1,1 Miliar Karangan Bunga

0
87
Karangan Bunga di Bekasi yang diduga dari anggaran APBD. (foto kompas)

Jakarta, Nawacita –  Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (5/1/2022). Sehari sebelum terjaring OTT KPK, Bang Pepen, sapaan akrabnya sempat membuat heboh publik karena menganggarkan pengadaan karangan bunga pada APBD tahun 2022 sebesar Rp 1,1 miliar melalui Rencana Umum Pengadaan. 

Pemberian karangan bunga tersebut biasanya untuk ucapan duka, bahagia, dan peresmian acara. 

“Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi kerap menerima undangan warga untuk menghadiri acara warga, juga mendapat informasi berita duka. Namun tidak semua dapat dihadiri maka dikirimkan karangan bunga,” kata Bang Pepen, sebagaimana di kutip dalam keterangannya di website resmi Pemkot Bekasi beberapa waktu lalu. 

“Pemberian ucapan melalui karangan bunga tidak perlu dilihat dari nilainya, namun sebagai bentuk perhatian terhadap warga. Karena dengan kepala daerah berkesempatan mengirimkan ucapan karangan bunga, sudah cukup membahagiakan warga,” sambungnya. 

Sebelumnya diberitakan, hari ini Rabu (5/1/2022), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dalam operasi tangkap tangan (OTT). 

“Benar (Rahmat Effendi), KPK telah melakukan giat tangkap tangan di wiayah bekasi jawa Barat,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Rabu (05/01/2022). 

Dalam oprasi tersebut KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Ghufron memastikan pihaknya akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah proses pemeriksaan. 

“Mohon bersabar pada saatnya nanti kami akan sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” imbuh Ghufron.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY