PT. PLN (Persero) Kritis Pasokan Batu Bara, Ancam Pemadaman Listrik

0
179
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap kebutuhan batu bara di dalam negeri mencapai 190 juta ton, sementara DMO batu bara cuma 137,5 juta ton. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).

Surabaya, Nawacita – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa kebutuhan batubara untuk pembangkita listrik lebih inggi dari kewajiban pemenuhan batu bara di pasar domestic atau DMO. Ia mengatakan kebutuhan batubara mencapai 190 juta ton, sedangkan DMO yang dimiliki hanya 137,5 juta ton.

Artinya, ada kekurangna pasokan sekitar 52,5 juta ton pada tahun 2022. Sedangkanm produksi batu bara diperkirakan mencapai 637 juta- 664 juta ton pada tahun 2022, naik dari tahun sebelumnya sekitar 625 juta ton.  Data tersebut diperoleh dari Erick dari Kementerian ESDM saat rapat dengan menteri ESDM, Menteri Perdagangan, Menteri Pehubungan, Kejaksaan Agung, dan BPKP, dikutip CNN Indonesia. pada Senin, (3/1/2022) 

Data tersebut telah menjawab kekhawatiran PT PLN (Persero) yang menyebut bahwa masa kritis pasokan batu bara tinggi yang mengancam pemadaman listrik belum lewat. Kenyataanya, produksi batu bara tinggi, kebutuhan dalam negeri tidak terpenuhi oleh DMO.

Pasokam batu bara yang menipis di dalam negeri ini dikarenakan lebih banyaknya penjualan diluar negeri, mengancam pemadaman listrik atau mati lampu bagi 10 juta pelangan PLN. Pasalnya, pembangkit listrik akan kekurangan bahan bakar minyak untuk menghasilkan daya setrum.

Namun, menurut Erick mengenai fenomena alam seperti badai yang sempat menerjang Kalimantan juga mengganggu produksi baru bara. Melihat, realisasi produksi batu bara hingga awal Desember saja hanya 560 juta ton atau sekitar 89,6 persen dari target.

Tidak hanya produksinyayang rendah, penyerapannya di dalam negeri juga menurun menjadi 121,3 juta ton atau sekitar 88,2 persen dari target DMO.

“Sesuai arahan Presiden yang telah menekankan komitmen bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk menggantikan batu bara dengan energi baru terbarukan (EBT), maka kami juga telah menyiapkan road map pengembangan ekonomi hijau dan transisi energi serta renewable energy sehingga kita segera memiliki energy baru dan terbarukan,” ujar Erick. mg1/feve

LEAVE A REPLY