Hari Ini Digelar Serentak, PTM Terbatas di DKI Jakarta

0
247
Suasana salah satu ruang kelas saat berlangsungnya pembelajaran tatap muka

Jakarta, Nawacita – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hari ini, Senin (3/1/2022) resmi menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen peserta didik. Namun, untuk jam pelajaran diberlakukan sistem terbatas.

Dari pantauan nawacita.co di SMP Negeri 118 Jalan Pramuka Sari I, Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat, sudah menerapkan 100 persen peserta didik hadir untuk melaksanakan PTM

Terlihat, para peserta didik menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh pihak sekolah. Diantaranya, mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas, memakai masker dan membawa handsanitizer.

Sebelum memasuki ruang kelas, peserta didik dicek suhu tubuhnya menggunakan thermogun di luar gerbang sekolah.

Salah satu siswi, Irene Putri Tania, mengungkapan rasa senang karena bisa kembali belajar secara langsung setelah setahun lebih belajar daring.

“Senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman lagi,” kata Irene di SMP Negeri 118 Jakarta, Senin (3/1/2022).

Sebagai informasi, Kebijakan PTM Terbatas ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan pada 21 Desember 2021.

SKB dengan Nomor Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan sebelumnya bahwa PTM Terbatas dapat dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi.

“Pertama, capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen, capaian vaksinasi dosis 2 pada masyarakat lansia di atas 50 persen, serta vaksinasi terhadap peserta didik yang terus berlangsung sesuai ketentuan perundang-undangan di tingkat kota/kabupaten,” kata Nahdiana beberapa waktu lalu.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY