Gus Yaqut Minta Kemenkes Percepat Proses Integtasi PeduliLindungi di Mekkah

0
224
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Jakarta, Nawacita – Aplikasi PeduliLindungi hingga kini belum juga terintegrasi dengan aplikasi Tawakalna yang digunakan oleh Arab Saudi. Sedangkan, salah satu syarat masuk ke dalam lingkungan ibadah di tanah suci yakni perlu menunjukkan sertifikat vaksin yang tertera di aplikasi tersebut.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan perihal integrasi kedua aplikasi tersebut merupakan ruang lingkup Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, ia mengaku pihaknya sudah meminta untuk segera dibereskan. Agar jemaah Indonesia bisa segera melaksanakan Umrah.

“Proses terus, kita proses. Itu domain nya di Kemenkes bukan di kita, tapi kita sudah minta untuk dipercepat, karena ini terkait dengan banyak hal, termasuk bagaimana jemaah umrah kita bisa mudah sampai ke sana,” kata Gus Yaqut panggilan akrabnya, saat diwawancarai di Kantor KemenkoPMK, Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Lebih lanjut, ia mengusulkan, untuk menggunakan barcode yang dibuatkan oleh pemerintah Indonesia, yang mana nanti barcode tersebut bisa digunakan saat jemaah melakukan umrah.

“Tapi sementara ini kita sedang berkomunikasi juga dengan Menteri Haji supaya tidak usah pakai aplikasi, kita pakai barcode mentah gitu yang kita bawa kesana supaya mereka bisa lihat dan Inyallah bisa,” ungkapnya.

Sebelumnya, 25 orang perwakilan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) diketahui pada 24 Desember 2021 melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan saat ini tengah melakukan karantina selama 5 hari di jeddah.

Perjalanan tersebut bermaksud untuk meninjau langsung persiapan ibadah umrah di tanah suci.

Namun, ia mengaku, hingga kini aplikasi PeduliLindungi belum juga terintegrasi dengan aplikasi Tawakalna yang digunakan Arab Saudi.

“Belum, masih proses (integrasi),” kata Azhar, beberapa waktu lalu.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY