Sidang Pemilihan Ketua Umum PBNU 2021-2026 Akan Digelar Secara Tertutup

0
187
Suasana rapat pleno di Universitas Islam Negeri Raden Intan, Bandar Lampung (23/12/21).

Lampung, Nawacita – Rangkaian Muktamar ke-34 NU di Lampung dilanjutkan dilanjutkan dengan sidang Pleno II terkait laporan pertanggungjawaban kepengurusan PBNU yang bakal demisioner Pada Kamis (23/12/2021) di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Bandar Lampung.

Dalam sidang Pleno II hadir jajaran pengurus harian PBNU, termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Selanjutnya sidang-sidang komisi yang terbagi dalam enam komisi, yakni komisi qanuniyah yang membahas persoalan perundang-undangan, komisi maudhu’iyah yang fokus pada isu-isu tematik, komisi waqi’iyah yang fokus pada status hukum fiqih kasus-kasus aktual, komisi organisasi, komisi program, dan komisi rekomendasi.

“Dan sidang pemilihan pucuk pemimpin NU digelar secara tertutup karena internal organisasi,” kata Ketua Panitia Muktamar ke-34 NU, Imam Aziz, di Lampung, Kamis (23/12/2021).

Menurut jadwal, sidang pleno hasil komisi dan penetapan rais ‘aam dan pemilihan ketua umum PBNU berlangsung Kamis malam ini. Jumat esoknya, acara diteruskan dengan penutupan dan proses pulang peserta ke daerah masing-masing.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan pembukaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama pada, Rabu (22/12/2021), berjalan relatif lancar, mulai dari pembukaan oleh Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren Darussa’adah, Lampung Tengah, hingga sidang tata tertib yang baru rampung sekitar pukul 23.00 WIB di UIN Raden Intan Bandar Lampung.

“Memang sempat terjadi perdebatan alot terkait sejumlah pasal tata tertib dan itu biasa terjadi di mana-mana. Tapi alhamdulillah, semua akhirnya menemukan jalan keluar dan titik sepakat,” jelasnya.

Pasal yang diperdebatkan salah satunya terkait aturan teknis proses penetapan calon ketua umum yang terdapat dalam pasal 22 dan 23 draf tata tertib muktamar.

“Memang ada perbedaan pendapat yang cukup tajam saat perumusan tatib (tata tertib), tapi kondisi perbedaan aspirasi itu masih jauh dari kata ricuh, apalagi sampai main fisik,” ucap Imam.

Presiden Jokowi membuka secara resmi Muktamar Ke-34 NU pada Rabu, ditandai dengan pemukulan rebana bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Gubernur Provinsi Lampung Junaidi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran NU dan para ulamanya dalam menenangkan masyarakat di masa Pandemi Covid-19. Pun langkah dan tindakan para ulama dalam mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

“Atas nama pemerintah, atas nama masyarakat, negara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Nahdlatul Ulama yang telah membantu pemerintah dalam menenangkan umat dan masyarakat dalam masa pandemi,” kata Jokowi.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY