Risma Ungkap 12 Santriwati Korban Pemerkosaan di Bandung Tak Miliki Ijazasah Atau Rapot

0
116
Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Bandung, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan jika 12 santriwati yang menjadi korban pemerkosaan di Pesantren Tahfidz Madani, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung tak memiliki ijazah dan rapot.

“Dalam pertemuan dengan tim, anak-anak ini rata-rata ingin melanjutkan sekolah. Tapi masalahnya, mereka tidak memiliki ijazah,” kata Risma, kepada wartawan, Bandung, Senin (13/12/2021).

Lebih lanjut, Risma mengungkapkan, Anak-anak lainnya yang sudah masuk ke pesantren sejak SD tidak memiliki catatan hasil pendidikan termasuk raport dan ijazah padahal mereka sudah tinggal bertahun-tahun.

Ia juga menyebut, jika semua anak-anak tersebut menyampaikan ingin menempuh jenjang pendidikan. Namun, mereka merasa minder dan kesulitan melanjutkan pendidikan di sekolah formal akibat tidak memiliki catatan pendidikan.

Oleh karena itu, Risma memerintahkan jajaran terkait untuk merespon kasus ini. Saat ini Kemensos sudah menyiapkan pendamping yang akan memberikan trauma healing.

Pekerja Sosial juga mendampingi korban dalam proses penegakan hukum oleh kepolisian. Akan tetapi, yang tak kalah penting adalah bagaimana agar harapan mereka tidak putus.
“Keinginan mereka untuk bisa sekolah ini menemui kendala pada tidak adanya ijazah atau raport. Padahal kan usia mereka ada yang sudah 18 tahun,” tegasnya.

Tidak kalah penting juga adalah masa depan anak-anak yang mereka lahirkan. Untuk keperluan tersebut. Risma menyampaikan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk menjalin koordinasi dengan instansi terkait.

Instansi tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan sebagainya.

“Masalah ini harus kita cari jalan keluarnya bersama-sama,” ucap Risma.
Dalam beberapa waktu ke depan, Pekerja Sosial tetap mendampingi anak. Saat ini banyak pihak ingin menemui anak, melakukan advokasi ke sekolah, mengurus persyaratan sekolah persamaan, mengurus akte lahir anak.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY