Perkosa 12 Santriwati, Ketua Komisi VIII DPR RI Minta Pelaku Dihukum Kebiri

0
111
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto saat diwawancarai di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta (13/12/21).

Jakarta, Nawacita – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta agar Herry Wirawan sebagai pelaku pemerkosa  terhadap 12 santriwati di Bandung, Jawa Barat diberikan hukuman yang setimpal.

Yandri menilai hukuman yang diberikan kepada Herry layak diberi hukuman paling lama 20 tahun penjara, bahkan ia meminta agar pelaku juga diberi hukuman kebiri.

“Diberikan hukum seberat-beratnya, maksimal tidak ada istilah pengurangan hukuman kalau hukumannya 15 tahun karena ini di bawah umur, 20 tahun penjara ya harapan kita. Walaupun kita tidak bisa intervensi majelis hakim harapan 20 tahun penjara dan hukum kebiri,” tegas Yandri, saat diwawancarai di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (13/12/2021).

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan, hukuman yang diberikan agar menimbulkan efek jera kepada pelaku. Sehingga, kekerasan seksual pada anak-anak baik perempuan maupun laki-laki tidak terulang kembali.

“ini jadi momentum untuk menerapkan hukum yang maksimal dan hukum kebiri,” jelasnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta, kepada pemerintah untuk turut hadir dalam menangani kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Sebab, peran pemerintah sangat berpengaruh untuk menyelasaikan permasalahan itu.

“Negara harus hadir dalam artian memberikan perhatian secara khusus. Jangan sudah menjadi korban seksual jadi korban bully atau pelecehan yang lain di sindir ataupun menjadi mental yang berkepanjangan,” papar Yandri.

“Negara harus hadir dengan lakukan inventaris dulu butuhnya apa, penangananya bagaimana, sehingga tepat sasaran tidak dalam hal menambah persoalan korban,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang guru pesantren bernama Herry Wirawan (36) di Bandung tega memperkosa belasan santriwati. Desakan hukuman untuk predator seksual Herry dari publik mulai penjara atau dibui hingga kebiri.

Diketahui, Herry Wirawan merupakan pemimpin pesantren Tahfidz Madani, belakangan izin pesantren ini dicabut Kemenag. Aksinya terkuak pada Mei lalu dan kini sudah masuk dalam persidangan.

Herry memperkosa 12 santriwatinya selama lima tahun atau pada 2016-2021. Hal itu berdasarkan salinan dakwaan telah dibacakan oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.

“Bahwa Terdakwa sebagai pendidik/guru pesantren antara sekitar tahun 2016 hingga 2021 telah melakukan perbuatan asusila terhadap anak korban santriwati,” ucap jaksa dalam petikan dakwaan tersebut.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan total korban mencapai belasan orang. Mereka semua merupakan santriwati yang tengah belajar di pesantren milik Herry di kawasan Cibiru, Kota Bandung.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY