‘Jaka Sembung’ Muncul Di Paripurna Jawaban Eksekutif Atas PU Fraksi-Fraksi

0
128

Surabaya, Nawacita – Terburu-buru menggambarkan jalannya rapat paripurna DPRD Jatim dengan agenda Jawaban Eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Jatim dalam rangka pembahasan Raperda APBD Jatim 2022 pada Selasa (30/11/2021) malam. Rapat paripurna itu hanya selisih 3 jam saja dengan Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi di hari yang sama, sore (30/11/2021).

Jadwal pembahasan Raperda APBD Jatim 2022 yang super kilat hanya 8 hari, membuat pembahasan APBD terkesan seremonial belaka. Bahkan dalam sehari, para wakil rakyat bisa bersidang dua kali, yakni pada pagi dan malam hari. 

Akibatnya, tentu sulit dinalar sebab pada pagi hari fraksi-fraksi memberikan pemandangan umum atas Nota Gubernur Jatim. Dan malam harinya eksekutif memberikan jawaban atas pemandangan umum 9 fraksi yang ada di DPRD Jatim. 

Yang muncul adalah Jaka Sembung alias nggak nyambung. Sebab jawaban yang diberikan eksekutif tidak nyambung dengan sejumlah pertanyaan, saran, tanggapan, kritik maupun harapan yang diberikan fraksi-fraksi DPRD Jatim dalam PU Fraksi.

Bahkan muncul kesan di kalangan anggota DPRD Jatim, jawaban eksekutif yang dibacakan oleh Wagub Jatim Emil Dardak itu nyaris identik dengan summary Nota Gubernur karena ada yang disebutkan angkanya dan tidak.

“Saya kira lebih rinci pengantar Nota Keuangan daripada summary jawaban eksekutif. Sebab sektor Agro (pertanian) yang menjadi tema APBD 2022 tidak dimunculkan angkanya,” kata Masduki anggota F-PKB DPRD Jatim usai rapat paripurna. 

Namun eksekutif masih bisa berkelit, karena jawaban atau penjelasan terhadap saran, tanggapan, kritik dan harapan atas Raperda APBD Jatim 2022 sengaja disajikan dalam 2 bentuk dokumen. 

“Dokumen summary jawaban eksekutif itu yang kami bacakan di paripurna. Tapi ada
juga dokumen lampiran yang merupakan jawaban dan penjelasan yang kami sajikan kemudian sebagai bagain tak terpisahkan dari summary jawaban eksekutif,” jelas Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Lebih jauh mantan Bupati Trenggalek itu menyatakan bahwa proses yang berlaku ini sudah dibahas melalui Banggar DPRD Jatim, sehingga apapun asumsi-asumsinya KUA PPAS ke finalisasi APBD sudah dibacakan semua asumsinya mulai dari pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dalam jawaban eksekutif. 

“Tentunya asumsi-asumsi yang digunakan itu bisa dipertanggungjawabkan. Artinya, ujungnya itu angkanya balance atau ngak. Kita lihat aja nanti, kita berusaha menjawab seakurat mungkin dan ada lampiran yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari summery jawaban eksekutif,” beber Emil sambil tersenyum simpul. (tis)

LEAVE A REPLY