Pelaku UMKM Harus Memanfaatkan Aplikasi Pembukuan Digital

0
134

Jakarta, Nawacita – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan aplikasi pembukuan digital yang kini banyak tersedia untuk pencatatan aktivitas keuangannya. Menurut Destry, akuntabilitas pencatatan keuangan akan memudahkan pelaku UMKM dalam mendapatkan pendanaan dari perbankan.

“Saran dari Bank Indonesia bahwa penyedia platform aplikasi atau pembukuan untuk UMKM harus memilih mitra kolaboratif yang kuat untuk peningkatan layanan. Ada banyak aplikasi seperti Bukukas, tidak hanya itu, silakan memilih agar UMKM di Indonesia terus berkembang seiring perkembangan era digital,” ujar Destry dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/11).

Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah merekam sebanyak 23 juta pelaku UMKM di Indonesia tidak mendapat akses pendanaan dari perbankan. Adapun jumlah pelaku UMKM yang telah mendapat pendanaan dari bank baru mencapai 41 juta pelaku UMKM.

BukuKas merupakan aplikasi pencatatan keuangan usaha secara gratis yang telah dipercaya dan digunakan oleh lebih dari 6 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

VP Head of Growth UMKM BukuKas Tri Sukma Anreianno mengatakan, BukuKas memiliki sistem pencatatan yang mudah dan sederhana, akurat, serta menyesuaikan dengan alur kerja pelaku usaha dengan mengadopsi teknologi terkini, sehingga UMKM dapat mudah beradaptasi dalam menggunakan teknologi ini.

“BukuKas memiliki visi untuk menjadi platform pencatatan keuangan digital pilihan para UMKM di Indonesia, membantu jutaan pelaku UMKM mendigitalisasi operasi finansial dan bisnis mereka menjadi lebih sukses dan tumbuh,” ujar Tri.

Sebelumnya, BukuKas memperoleh pendanaan seri B sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp709 miliar pada 2021. Pendanaan tersebut dioptimalkan untuk memperluas jangkauan layanan yang ditawarkan pada pelaku usaha UMKM serta membangun solusi keuangan yang lengkap untuk usaha kecil sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

 

Rpblk.

LEAVE A REPLY