Soal Sanksi WADA, Menpora Ungkap Tim Investigasi Berangkat ke Eropa

0
335
Menpora Zainudin Amali

Jakarta, Nawacita – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan Ketua Tim Investigasi yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari sudah bergerak cepat menangani sanksi yang dijatuhkan World Anti-Doping Agency (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesai (LADI). Tim ini sudah berangkat ke Eropa untuk melakukan negosiasi dengan WADA, hari Rabu (20/10/2021).

“Upaya lainnya yang sedang dilakukan adalah, ketua tim kita Pak Raja Sapta sekaligus ketua NOC sudah berangkat ke Eropa, memang ada kegiatan pertemuan dengan IOC. Jadi IOC memproses seluruh dunia jadi berkumpul di sana termasuk ada WADA, dan akan melakukan komunikasi-komunikasi menjelaskan tentang apa yang kita alami,” kata Zainudin Amali, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut, Zainudin Amali menyebut, mendapatkan laporan dari tim untuk TDP (Test Doping Plan) sampel 2021 akan segera dipenuhi dan pada sampel itu akan supervisi oleh JADA (Japan Anti-Doping Agency).

Di samping itu, politisi Golkar ini menyampaikan jika TDP 2022 telah disetujui WADA. Kemudian, Tes doping PON XX di Papua pun sudah beres dan dikirim ke Qatar untuk diuji.

“Kemudian 2022 perencanaan sudah dikirim, PON beres tinggal dikirim ke Qatar mudah-mudahan begitu itu clear semua kemudian WADA melihat yang diminta itu sudah terisi dan terakhir ada kuesioner yang harus diisi, dan kalo memang sudah diisi dan kepatuhan kita tunjukan bukan karena sengaja, jadi kan kita dianggap tidak comply kita berbeda dengan Rusia, kalo Rusia kan dianggap pemerintah yang merestui doping, kita tidak itu aja,” jelasnya.

Ia berharap, permasalahan dengan WADA ini bisa cepat selesai, berhubung Ketua Tim Investigasi sedang bergerak berkomunikasi dengan WADA.

“Bagi saya yang penting adalah segera memulihkan itu banned dari WADA, dan investigasi jalan, kalo toh dia (Okto) pulang ya itu paralel yang paling utama segera mencabut banned-nya LADI (Lembaga Anti-Doping Indonesia),” tutupnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY