Akses Jalan Kampung Di Persempit, Warga kali Kepiting Wadul Dewan

0
176

Surabaya, Nawacita – Komisi C DPRD Kota Surabaya menyelenggarakan Gelar Pendapat atau hearing terkait surat pengaduan warga yang bernama Dulrahman jalan kali kepiting II No 23 / 25 Belakang Surabaya,

Dulrahman ini mengadukan permasalahan ke Komisi C DPRD Kota Surabaya terkait permasalahan pembangunan yang melebihi batas kepemilikan dengan cara membongkar jalan fasilitas umum (Fasum) milik pemerintah berupa paving di jalan pertolongan II/23 – 25 kali kepiting Surabaya.

Dengan adanya pembangunan tersebut masyarakat setempat dibikin resah dan marah bahkan yang di kwatirkan masyarakat disana bila terjadi kebakaran, bahkan kereta jenazah pun tidak bisa lewat, sehingga banyak warga di rugikan.

Ketua Komisi C DPRR Kota Surabaya Baktiono Mengungkapkan, Setiap aduan masyarakat terkait adanya bangunan, jalan, selokan, juga terkait permasalahan yang ada di Pemerintah Kota Surabaya yang ada kaitannya dengan Komisi C. Kami juga mengundang semuanya agar semua warga bisa terlayani dengan baik

Termasuk hari ini, ada aduan dari warga dan juga serta seluruh kerabat yang di sana, yang pengaduannya bertanda tangan atas nama Dulrahman beserta kawan kawannya yaitu terkait dengan akses jalan yang di persempit oleh warga lainnya terletak di jalan pertolongan II/23 – 25 kali kepiting Surabaya.” terang Baktiono

Usai pertemuan tersebut, ternyata ada yang membawa foto copy sertifikat maupun foto copy Leter C serta buku trawang kretek, tengah tengah rapat dengar pendapat saat itu ternyata mereka semua adalah satu keluarga.

” Jadi masih satu keluarga, keturunan satu kakek, satu nenek, jadi masalah ini adalah persoalan satu keluarga yang memberikan akses jalan untuk warga dan menjual hak miliknya masing masing ke warga,” ugkap Baktiono

karena ada salah satu warga yang bernama Ibu Sulatri dan keluarganya merasa bahwa tanah tadi juga ikut dimiliki akses jalan itu, sehingga dia meminta haknya untuk bisa membangun akses jalan itu.

Semula akses jalan 2 meter akhirnya menjadi sempit dan dari pihak Dulrahman akhirnya mengadu ke Komisi C DPRD Kota Surabaya

Dari pengakuan Ibu Sulatri disampaikan bahwa masih dalam bagian haknya, maka dari itu, Komisi C menyampaikan agar persoalan keluarga atau persoalan tanah, juga dipakai jalan bersama dan juga ada beberapa warga yang di sana karena asetnya juga dipindah tangankan,” tutur ketua komisi C DPRD kota Surabaya, Baktiono

Maka kesimpulan terakhir, masih Baktiono, kalau benar jalan tersebut adalah milik Saudara Dulrahman di trawang data kretek di kelurahan Pacar kembang Kecamatan Tambak sari maka Ibu Sulatri bersedia membongkar bangunnya.

Akan tetapi kalau sebaliknya di buku Trawang atau buku kretek, betul jalan itu milik Ibu Sulatri beserta keluarga maka Pihak Dulrahman bersedia juga membongkar bangunnya untuk akses jalan untuk warga sekitar.” tutup Baktiono

Hadir dalam dengar pendapat di Komisi C DPRD Kota Surabaya kadis Cipta karya Surabaya, Camat Tambak sari, Lurah Paxar kembang, PDAM Surya Sembada. Beserta warga kali keping gang pertolongan.

dn

LEAVE A REPLY