Aksi Bagi Bagi Telur Ayam di Bubarkan Polisi

0
170
Ilustrasi pedagang telur.
Ilustrasi pedagang telur.

Blitar, Nawacita – Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, membubarkan aksi peternak ayam yang membagikan telur di jalanan. Sebab, aksi itu dinilai memicu kerumunan massa dan membuat arus lalu lintas macet.

”Tadi saya ambil kebijakan memanggil koordinator aksi akibat adanya kondisi ini. Kami minta kegiatan dibubarkan dan alhamdulillah hanya berlangsung sebentar,” kata Kepala Polres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom seperti dilansir dari Media di Blitar, Selasa (18/9).

Dia mengatakan, aksi itu dilakukan peternak ayam layer (ayam ras petelur) untuk membagikan telur gratis. Aksi tersebut memicu antusias warga di Kabupaten Blitar, yang terbukti masyarakat berkumpul dengan jumlah yang cukup banyak.

Kapolres menambahkan, aksi itu sudah mengajukan izin untuk menyampaikan aspirasi terkait tingginya harga pakan dan jagung, sedangkan harga telur ayam saat ini di bawah harga yang ditentukan pemerintah. ”Panitia sudah kami panggil dan langsung kooperatif. Ini di luar prediksi panitia dan mereka langsung membubarkan dan meminta seluruh anggotanya untuk kembali ke rumah,” tutur Adhitya Panji Anom.

Aksi tersebut dilakukan di sejumlah titik. Di Kota Blitar, pembagian telur dan ayam dilakukan di beberapa traffic light. Sedangkan di Kabupaten Blitar, di antaranya di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar, Pasar Kanigoro, dan depan kantor Pemkab Blitar.

Aksi itu diikuti para peternak dari Blitar Raya. Dalam aksinya, mereka membagikan telur ayam, ayam hidup, dan bazaar telur.

Akibat kerumunan masyarakat yang ingin mendapatkan telur gratis, arus lalu lintas sempat terkendala. Arus lalu lintas menjadi padat merayap sehingga anggota turun tangan meminta masyarakat tidak berkerumun.

Kapolres turun langsung menangani kerumunan tersebut dengan meminta warga membubarkan diri. Selain itu, mobil patroli terus melaju pelan sambil memberikan imbauan kepada warga agar menerapkan protokol kesehatan dan mengenakan masker karena hingga kini masih pandemi Covid-19.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku nekat datang di aksi karena tertarik dengan kegiatan bagi-bagi telur gratis.

”Tadi informasinya ada pembagian telur gratis, jadi ke sini. Tapi yang datang banyak sekali,” kata Nana, warga Blitar.

Dia pun urung ikut kerumunan dalam pembagian telur gratis tersebut karena melihat banyak orang berdatangan dan berkerumun sehingga lebih memilih pulang.

Sumber : Jawa Pos

 

LEAVE A REPLY