Soal Video Viral Haram Berwisata ke Candi Borobudur, Ini Tanggapan Sandiaga

0
105
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno

Jakarta, Nawacita – Sebuah video menjadi viral lantaran berisi larangan umat muslim berwisata ke Candi Borobudur. Bahkan ustadz yang menjadi pembicara dalam video mengatakan hukumnya haram.

Ustadz bernama Sofyan Chalid Ruray mengatakan haram hukumnya bagi umat islam mengunjungi tempat ibadah agama selain islam. Dalam hal tersebut dia membahas Candi Borobudur.

Menanggapi video viral ini Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa tugas Kemenparekraf sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku tentang pariwisata dan ekonomi kreatif. Dia juga menyebut Candi Borobudur merupakan destinasi prioritas yang harus dijaga dengan baik.

“Tentunya tugas dan fungsi kami di Kemenparekrafadalah sesuai dengan nomor 10 tahun 2009 dan undang-undang nomor 24 tahun 2019 tentang pariwisata dan ekonomi kreatif dan pendapat-pendapat di masyarakat tentunya kita sebagai negara demokrasi ya mengacu kepada arahan atau panutan sesuai dengan bimbingan masing-masing dan di sini tentunya Kementerian Agama dan MUI yang memiliki otoritas,” kata Sandiaga.

“Kami sendiri melihat kekuatan Indonesia ini adalah Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila yang betul betul merepresentasikan keragaman kita ,” tambahnya.

Sandiaga pun menceritakan sejarah kesultanan Demak Bintoro bahwa Walisongo dan tentunya Raden Fatah sebagai sultan pertama justru sangat menghargai kearifan lokal maupun budaya yang sudah ada. Candi Borobudur adalah destinasi prioritas yang Sandiaga lihat sebagai ‘a Living Monument’

“Saya selalu bilang bahwa kita justru belajar ke Borobudur, setiap kali saya ke Borobudur saya belajar tentang aspek dan sudah me-launching di beberapa sosial media baik Kemenparekraf maupun sosial media yang terkait bahwa kita mendapatkan begitu banyak kearifan-kearifan tentang berbangsa bernegara berkehidupan sehari-hari itu justru dari Borobudur. Nah ini yang kami pegang teguh,” kata Sandiaga.

Meski begitu, keragaman pendapat dikembalikan pada keyakinan masing-masing. Namun Sandi meyakini bahwa Islam memiliki toleransi yang tinggi terhadap agama lain.

“Saya memegang keyakinan bahwa kita menganut Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang sangat toleransi terhadap umat beragama lain. Kami ingin menjadi berkah bagi menjadi rahmat bagi semesta alam dan Borobudur itu adalah bagian dari alam dan kita harus menjaga tentunya sesuai dengan status Borobudur sebagai destinasi super prioritas dan sekarang juga borobudur sebagai Unesco heritage yang harus kita jaga, jadi itu pendapat saya,” kata Sandiaga.

Candi Borobudur bahkan menjadi magnet dan pembuka ekonomi kreatif dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Bagi Sandi, hal inilah yang patut masyarakat syukuri yang harus dijaga dengan baik.

“Kita harus bangun kebersamaan kita dalam prinsip gotong royong, saling menghargai dan tentunya inilah konsep dari bapak-bapak pendiri bangsa kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” tutup Sandiaga.

Sumber : Detik

LEAVE A REPLY