Bangka Belitung dan Kalbar Bakal Jadi Lokasi Pengembangan Energi Nuklir

0
228
Eddy Suparno Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Jakarta, Nawacita – Energi baru dan terbarukan menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan Indinesia terhadap penggunaan fosil. Salah satu energi terbaru terbarukan adalah Energi nuklir yang sudah disiapkan wilayah pengembangannya di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menjelaskan, saat ini sudah ada wilayah yang menjadi tempat pengembangan energi nuklir. Ia menyebut ada dua tempat yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah.

“Lokasi yang bisa dibangun untuk pembangkit nuklir adalah Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, itu sudah mendapatkan dukungan dari kepala daerah setempat,” jelas Eddy Suparno, dalam rapat pleno terkait Harmonisasi RUU EBT bersama Badan Legislasi DPR RI di gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Tak dipungkiri, energi nuklir saat ini dianggap sebagai salah satu sumber energi yang paling ramah lingkungan. Sebab lebih sedikit menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti produksi listrik, atau jika dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Politisi Partai PAN itu juga sekaligus pengusung Rancangan Undang-undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) ini mengungkapkan pihaknya saat ini tengah merancang peraturan tentang pemanfaatan energi nuklir.

“Nuklir ini memang tidak bisa dipungkiri menjadi sumber energi yang sangat bersih dan efesien. Tapi yang perlu kita sadari adalah protokol keamanannya yang sangat tinggi itu harus dipatuhi, dan itu merupakan salah satu tantangan kita, apalagi nuklir diatur dalam peraturan intenasional,” kata Eddy Soeparno.

Meski memiliki tantangan yang besar, Menurut Eddy, bukan tidak mungkin Indonesia bisa memanfaatkan energi baru tersebut, dengan didukung teknologi dan sumber daya manusia yang mempuni.

“Saat ini sudah ada pembangkit nuklir yang modular yang lebih kecil, tidak perlu memerlukan kapasitas yang besar. Kita bisa memanfaatkan itu,” paparnya.

Untuk diketahui, Komisi VII bersama Badan Legislasi DPR RI tengah mengharmoniskan konsep Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) untuk masuk ke prolegnas prioritas pada Oktober 2021 ini. Oleh sebab itu, Baleg dan Komisi VII DPR RI melakukan rapat pleno pengharmonisasian konsep RUU EBT.

Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas, mengatakan Baleg telah menerima surat dari pimpinan komisi VII dengan nomor LG/0904/DPRRI/7/2021 tanggal 5 Juli 2021. Perihal usul pengharmonisasian, pembulatan, pemantapan RUU EBT.

“Sebelum adanya pengharmonisasian, perlu adanya penjelasan terkait substansi, urgensi maupun lainnya, yang berkaitan dengan hal-hal pokok yang akan diatur dalam undang-undang energi terbaru dan terbarukan,” kata Supratman dalam rapat, Senin (13/9/2021).

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY