Realisasi Pendapatan APBN 2020 Capai 91,50 Persen

0
116
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jakarta, Nawacita – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan realisasi anggaran 2020 dari sisi penerimaan perpajakan telah terealisasi sebesar Rp1.285 dari Rp1.404 triliun atau sebesar 91,50 persen. Namun, jika dibandingkan 2019 nilai tersebut turun sebesar 16,88 persen.

“Karena terpengaruh sangat besar dari Covid-19, artinya terjadi penurunan dibandikan tahun sebelumnya yang Rp1.546 sebesar 16,88 persen,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, secara virtual, Kamis (2/9/2021).

Kemudian, untuk sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari total anggaran sebesar Rp 15 triliun telah terealisasi hibgga Rp30 triliun pada 2020.

“Jumlah tersebut mengalami peningkatan 182 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,6 triliun,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan dari jumlah pendapatan dan hibah telah terealisasi sebesar Rp1.315 triliun dari total anggaran yang sebesar Rp1.419 triliun. Jika dibandingkan 2019 yang angka realiiasinya mencapai Rp1.556 triliun, jumlah ini mengalami kontraksi sebesar 15,51 persen.

Sementara itu, ia memaparkan, dari sisi belanja pegawai realisasinya mencapai Rp19,94 triliun dari target yang Rp21,14 triliun.

“Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 7,08 persen dari total anggaran 21,46 persen,” papar Sri Mulyani

Adapun untuk belanja barang realisasinya mencapai Rp 40 triliun dari target Rp 42,84 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata Sri Mulyani, angka itu mengalami kenaikan hingga 143,7 persen dari anggaran yang sebesar Rp16,6 triliun.

“Ini mayoritas adalah related of covid,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan belanja modal realisasinya mencapai Rp1,65 triliun dari target yang sebesar Rp1,72 triliun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya terjadi kenaikan 12,11 persen dari total anggaran sebesar Rp 1,49 triliun.

“Dari sisi belanja yang dari Rp65,72 triliun realisasinya Rp62 triliun dan dalam hal ini terjadi kenaikan 56,9 persen dibandingkan 2019,” jelas Sri Mulyani.

Ia juga menambahkan terjadi peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak atau PNBP menjadi Rp30,1 triliun atau naik 196,85 persen.

“Karena adanya pungutan dana perkebunan sejak 1 Januari dan penyesuaian tarif mulai 1 Juni dari ekspor CPO (minyak sawit mentah),” imbuhnya.

Namun, dari sisi penerimaan pajak terjadi penurunan. Menurutnya, penurunan tersebut terjadi akibat pandemi Covid-19 yang membuat dunia usaha mengalami penurunan pendapatan.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY