Disambati Warga Menanggal, Komisi A Sidak Apartemen Trans Icon

0
135

Surabaya, Nawacita – Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Khrisna bersama Rombongan Komisi A DPRD Surabaya lakukan Sidak di Proyek Pembangunan Apartemen Trans Icon tepatnya di jalan Raya A.Yani No 260 Rabu ( 01/09/2021).

Dalam kunjungannya tersebut untuk meminta keterangan kepada Owner Trans Icon terkait aduan warga menanggal yang terdampak proyek Trans Icon,

Dampak dari pembangunan tersebut, banyak debu debu masuk ke rumah warga di sekitar area pembangunan bahkan sisa sisa plastik banyak bertebaran menimpa rumah penduduk, lebih parahnya lagi banyak sumur warga berbau semen ( kotor) dan tidak bisa di buat mandi serta banyak rumah warga yang retak serta fasum banyak yang rusak.

dalam mediasi tersebut Owner Proyek pembangunan Trans Icon tidak hadir hanya diwakili, hal ini membuat ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya merasa tidak dihargai sama sekali dan beliau hanya mau bertemu dengan yang berkompeten saja, akhirnya mediasi pun menemui jalan buntu, dikarenakan pimpinan proyek Trans Icon mangkir.

Kemudian ketua Komisi A beserta Rombongan Komisi A DPRD Surabaya keliling ke rumah warga yang terdampak Proyek Pembangunan Trans Icon.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna mengatakan, Mau Tidak Mau, Dinas lingkungan Hidup (LH) harus telisik ulang. Sistem pengawasanya harus indipeden dan juga kita berhentikan ijinya.

“Dampak dari pembangunan ini, saya lihat banyak ubin ubin pecah dan rumah warga banyak yang retak serta melebar adapula pintu rumah warga tidak bisa ditutup sama sekali, kusen kusenya banyak yang miring,” ujarnya

Yang kami takuti, kalau mereka menjawab akan diganti setelah pembangunan selesai, kalau sebelum pembangunan tidak diapa apakan, tahu tahu rumahnya runtuh, siapa yang mau bertanggung jawab,” imbuhnya.

Terkait perijinannya, sudah clear, artinya perjanjian untuk dampak pada saat pembangunan di dinas lingkungan hidup itu sudah ada aturannya, seperti ijin terbit dan harus masih ada dalam pengawasan

“Dari pemantauan dinas lingkungan hidup selama pembangunan ini ada pelanggaran yaitu masyarakat tidak di Akomudir,” terang Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna

Lebih lanjut, terkait tidak hadirnya owner dalam mediasi tadi, ketua Komisi A mengatakan kalau dalam waktu dekat memanggil Owner Nya juga tidak hadir, kami harus berbicara dengan pemerintah kota untuk ditindak lanjuti, pasti ada sangsinya dan dalam waktu dekat ini, kami akan hearing lagi.” ungkapnya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A, Camelia Habibah mengatakan ketika konstruksi berjalan salah satunya dampak sosial yang ditimbulkan keresahan warga, lingkungan, debu dan sebagainya

“ternyata itu tidak diindahkan oleh pemilik bangunan, akhirnya kita keliling ke belakang dan kita lihat ada beberapa rumah warga yang retak, Ada sumur yang airnya keruh keluar semen.” Terang Habibah

Makanya kita ke LH, untuk sumurnya diambil sampelnya untuk dibawa di bawah ke Lab, apakah air itu keruh akibat dari bangunan atau faktor yang lain, ketika itu faktor bangunan LH harus bertindak tegas, ketika kami keliling di belakang, kita melihat GS ada indikasi tidak sampai satu meter sesuai perda

Setelah seminggu kita kasih waktu, kita akan ketemu di ruang komisi A, hasil dari pantauan Evaluasi dinas terkait akan kita sampaikan,” tutup dia

dny

LEAVE A REPLY