Warga Tuntut Agar Pihak Trans Icon Lebih Transparan

0
130

Surabaya, Nawacita – Hearing Komisi A DPRD kota Surabaya  terkait aduan warga Gayungan terhadap pembangunan The Trans Icon jalan A Yani Surabaya Senin (30/8) lalu, berlanjut ke tahap inspeksi mendadak (Sidak) komisi

Dalam sidaknya, Komisi A merasa kecewa karena ketidakhadiran pengambil keputusan dari pihak The Trans Icon sehingga belum ada kesepakatan yang mengikat. Kemudian, DPRD sebagai lembaga pengawas langsung meninjau ke warga yang terdampak.

Salah seorang ibu yang rumahnya terdampak mengaku saat ini ada sekitar 30 – 40 rumah warga yang terdampak mengeluarkan semen dan debit air berkurang kemudian dinding rumah warga banyak yang retak.

Malahan jendela rumah warga tidak bisa tutup sama sekali dan banyak debu bertebaran dan ada warga yang pernah tertimpa besi kecil kecil dari proyek Pembangunan Trans Icon.

” Karena memang crain itu manuvernya  melewati diatap rumah warga kami, seharusnya tidak boleh yang kami takuti jika ada besi yang jatuh,” ungkap pengurus Rt 1 yang tidak mau disebut namanya

Meskipun sudah dihitung secara maksimal tapi kalau diluar kontrol bisa aja jatuh dan memang benar kenyataanya, untungnya yang jatuh hanya besi yang kecil.

Seandainya kalau yang jatuh itu besi beton, bayangkan aja jika menimpa salah satu rumah penduduk, ” terang dia

Dulu sudah pernah hearing di Komisi C DPRD Kota Surabaya akan tetapi belum sepenuhnya tercapai dan teralisasi, harapan kami adalah mengambil tenaga kerja dari warga saya, kemarin sudah dijanjikan oleh pihak pengembang proyek pembangunan berupa kesehatan, tetapi sampai saat ini belum teralisasi.

Lebih lanjut, Untuk kerugian kompensasi memang ada, tapi tidak sesuai dengan keinginan warga. Karena yang memutuskan pengurus waktu itu Rt lama sebelum saya menjadi  pengurus Rt, waktu itu ada pengurus Rt lama memutuskan dengan sendirinya tanpa memberitahukan warganya.

Padahal ini masalah uang dan kompensasi,  seharusnya warga diberitahu masalah ini. Untuk kompensasi ada 12.500 juta Per kk untuk warga yang ring I, sedangkang warga ring II mendapatkan 8 juta kemudian untuk Warga ring III hanya mendapatkan 4 juta.

Kompensasi berdasarkan jarak antara ring I dan ring II serta ring III berbeda, untuk ring I ke 2 berjarak sekitar 10 Meter dan ring III sama pula berjarak 10 meter. Tiap ring itu dihuni kurang 30 KK malahan ada yang kost sampai 100 KK.

Kalau yang dibayar hanya warga yang asli menanggal tetapi kalau hanya mengontrak  dikasih ala kadarnya, dan itupun pembagianya tidak adil bilangnya dapat kompensasi 12, 5 juta tapi ternyata mereka dapat 15 Juta.

Pada waktu pembagian kompensasi. Pihak Trans Icon memberikan kepada pengurus yang lama, waktu saya belum menjabat ketua Rt.

” Waktu itu memang ada pengurus Rt, yang dipermasalahkan ketika mengambil kompensas harusnya dirapatkan dengan seluruh warga, tahu tahu warga  RT 01 RW 01 Kelurahan Gayungan dikasih uang, wong namanya orang kalau dikasih uang di terima aja.

Tapi Setelah tahu akan dampaknya bahaya ini dan lagi pula  pembagianya kompensasi itupun tidak transparan.”  tutup pengurus RT 01 yang tidak mau disebut namanya itu.

Dny

LEAVE A REPLY