Gubernur Khofifah : Penyerapan APBD 2021 Lebih Tinggi 11,98% dibanding 2020

0
170
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Surabaya | Nawacita – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penyerapan belanja APBD Jawa Timur tahun 2021 sudah lebih baik dibanding tahun 2020. Hal ini menanggapi pernyataan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi SH terkait pesan dari Presiden Joko Widodo agar Provinsi Jawa Timur meningkatkan atau memaksimalkan penyerapan anggaran dan penyaluran vaksinasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, hingga saat ini penyerapan Anggaran di Pemprov Jatim sudah digenjot semaksimal mungkin. Penyerapan hingga akhir Agustus 2021 pun sudah lebih baik dibanding tahun 2020 lalu di bulan yang sama. “Penyerapan Anggaran APBD Pemprov Jatim sudah jauh diatas tahun lalu (Y o Y). Begitu juga vaksinasi, sehari datang langsung salur. Vaksin yang ada di Pemprov itu hanya 5% adalah untuk Buffer dan tidak pernah stok sampai lama,” terang Khofifah, Senin (30/8/2021).

Baca juga : Presiden Jokowi Ingatkan Jatim Soal Penyerapan Anggaran dan Vaksin

Terkait dana ngendon atau deposito Pemda di Bank Jatim, Khofifah menjelaskan bahwa dana tersebut adalah total dana dari Pemprov beserta 38 kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. Sehingga angka Rp 25 Triliun lebih itu bukan milik pemprov Jatim saja. “Untuk APBD Provinsi Jatim yang ada di Bank Jatim per hari ini sebesar Rp 6,3 Triliun,” jelas Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Sedangkan update penyerapan APBD Jatim per hari Senin (30/8/2021) Pemprov Jatim pukul 17.00 WIB, sudah mencapai 49,86 %. Angka ini lebih tinggi 11,98% dibanding pada hari yang sama tahun 2020 lalu yang hanya 37,88%. “Insya Allah capaian penyerapan ini akan terus meningkat dalam beberapa hari ini untuk menjaga Kesehatan maupun ekonomi masyarakat Jawa Timur,” jelas Khofifah.

Terkait penyaluran vaksin di Jawa Timur, Gubernur Khofifah juga memastikan saat ini  seluruh vaksin yang ada di Jawa Timur sudah digunakan sesuai peruntukan. Realisasi vaksin di Jawa Timur juga cukup tinggi. “Tertinggi kedua setelah DKI Jakarta, Jika dapat droping besar maka lebih cepat lagi (penyalurannya),” terangnya.

Berdasarkan update data resmi terbaru kementerian kesehatan RI (Senin, 30/8/2021), penyaluran vaksinasi Jawa Timur untuk dosis pertama sudah diberikan kepada 9.457.192 orang (29/72%). Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua sudah diberikan kepada 5.355.239 orang. bdo

LEAVE A REPLY