Komisi VIII Minta KemenPPPA Beri Perhatian Anak Yatim Korban Covid-19

0
125

Jakarta, Nawacita – Menurut data yang disampaikan satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 per 20 Juli 2021 sebanyak 11.045 anak di Indonesia menjadi yatim piatu, karena orang tuanya wafat akibat terpapar Covid-19. Dari data tersebut, sebanyak 350.000 anak dan 777 anak meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyatakan dampak pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk bagi anak-anak. Berdasarkan data yang dihimpun dari Satgas Penanganagan Covid-19 banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19, tentunya ini akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak nantinya. “Kita disini ingin pertanyakan langsung program apa yang dibuat KemenPPPA untuk menangani masalah tersebut,” kata Marwan, dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (23/08/2021).

Marwan juga menyebut permasalahan anak-anak yang ditinggalkan orang terdekat, akibat Covid-19 masuk dalam ruang lingkup dua kementerian dan satu lembaga negara sekaligus, di antaranya Kementerian Sosial, KemenPPPA dan BNPB.

Untuk itu Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan seluruh pihak terkait harus bekerja sama saling membantu membuat suatu program yang signifikan dalam menangani permasalahannya.

“Permasalahan ini termasuk dalam ruang lingkup BNPB, Kemensos dan KemenPPPA nanti kita di Komisi VIII akan menanyakan langsung program yang dibuat dari BNPB dan Kemensos terkait masalah anak-anak yatim tersebut masalah ini harus ditanggapi secara serius karena menyangkut masa depan penerus bangsa,” ujar legislator dapil Sumatra Utara II itu.

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan negara memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak pandemi, termasuk anak-anak. Pemerintah tengah mematangkan skema perlindungan bagi anak yang mengalami keterpisahan dengan orangtuanya karena pandemi.

Pandemi telah menyebabkan anak terpisah dengan orangtuanya karena disebabkan isolasi mandiri atau orangtua yang meninggal dunia. Mensos menyatakan, negara perlu mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak yang mengalami keterpisahan dengan orangtuanya, termasuk anak yatim.

Mensos Risma menyatakan tengah membicarakan kemungkinan adanya alokasi anggaran untuk keperluan itu dengan Kementerian Keuangan.

“Saya sudah berbicara dengan ibu Menkeu agar bisa didukung dari anggaran. Bantuan untuk anak-anak tersebut menjadi kewajiban negara. Sebagaimana amanat konstitusi pada Pasal 34 UUD 1945, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara,” kata Mensos Risma di Jakarta (19/08).

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY