Pemerintah Harus Waspada Meski Ekonomi Tumbuh Positif

0
110
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati

Jakarta, Nawacita – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal II-2021 mencapai 7,07 persen secara year on year (yoy). Namun jika secara quarter to quarter (q-to-q) tumbuhnya hanya mampu 3,31 persen.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati memberikan apresiasinya atas upaya pemulihan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah sehingga menunjukkan ke arah yang lebih baik.

“Pencapaian ini menempatkan Indonesia keluar dari fase resesi ekonomi yang sudah berlangsung selama empat triwulan berturut-turut, dimana perekonomian Indonesia mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif (negative growth) akibat tekanan pandemi Covid-19,” kata Anis Byarwati, saat dihubungi nawacita.co, Kamis (5/8/2021).

Namun, Anis juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2021, itu juga dipicu oleh faktor base line yang rendah (low base) atau kontraksi ekonomi yang sangat dalam di triwulan II 2020 yaitu sebesar 5,32 persen.

“Jadi sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa ya terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2021,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Lebih lanjut, Anis juga mengingatkan pemerintah untuk terus waspada terhadap tingginya kasus penyebaran Covid-19, serta kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan memberikan dampak pada kinerja perekonomian dan pelaksanaan APBN pada paruh triwulan ke III dan IV tahun 2021.

“Terkait program PEN, Pemenrintah perlu memperhatikan serapan anggaran perlindungan sosial yang hingga kuartal kedua ini masih belum optimal, bahkan sasarannya pun mungkin masih belum banyak perbaikan dari tahun lalu,” ucapnya.

Anis juga mengingatkan agar pemerintah untuk terus melakukan akselerasi program vaksinasi Covid-19.

“Akselerasi program vaksinasi Covid-19 ini penting, karena dari yang ditargetkan 180 juta orang, tapi hingga penyuntikan kedua masih mencapai 40 juta dosis,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY