Dua Pendamping PKH Tangerang Tersangka Pungli Bansos 800 Juta

0
157
Kejaksaan Negeri Tangerang saat mengumumkan status tersangka pungli penyaluran bansos bersama Menteri Sosial RI Tri Rismaharini di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Jakarta, Nawacita – Kejaksaan Tinggi Negeri Kabupaten Tangerang menetapkan dua tersangka kasus Pungutan Liar (Pungli) Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Penetapan ini langsung diumumkan bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini di kantor Kemensos Salemba Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Kajari Kabupaten Tangerang, Bahrudin menyampaikan kedua tersangka mendampingi empat desa di Kecamatan Tigaraksa. Ia menyebut kedua tersangka itu meraup keuntungan sekitar 800 juta.

“Menetapkan dua tersangka penyalahgunaan PKH ini yang dilakukan oleh pendamping sosial, pedamping sosial ini mendampingi dari empat desa di Kecamatan Tigaraksa,” kata Bahrudin, saat konferensi pers di Kemensos, Salemba, Jakarta, Senin (3/8/2021).

“Adapun teknik atau kerugian yang tidak disalurkan itu untuk empat desa, kedua tersangka sekitar 800 juta yang diambil oleh tersangka,”  – Kajari Kab Tangerang

Baca juga : 4 Pendamping diamankan Terkait Pemotongan Bansos di Tangerang

Lebih lanjut, Bahrudin menegaskan pihaknya akan menindak tegas terhadap pendamping wilayah maupun oknum yang melalukan pungli terhadap penerima bantuan. Sebab, bantuan yang diberikan oleh pemerintah diperuntukan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami di kejaksaan tidak akan segan-segan menindak tegas bagi para penyelenggara bansos yang menyalahgunakan,” tegas Bahrudin.

“Kepada teman-teman yang diberikan kewenangan untuk bansos untuk masyarakat di daerah-daerah tidak mampu, saya harapkan petugas atau kewenangan supaya melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY