Ari Lasso Ungkap Lagu “Anyer 10 Maret” Jadi Lagu Terakhir yang Didengarkannya Saat Momen Kelam

0
67

Jakarta, Nawacita – Ari Lasso mengungkapkan momen kelam dalam hidupnya kepada Kaka dan Bimbim Slank. Dia mengaku pernah mencoba bunuh diri saat masih mengalami ketergantungan narkoba.

Ari Lasso mengatakan dia pernah mencoba mengakhiri hidupnya dan mengungkapkan ada satu lagu Slank yang terakhir kali dia dengarkan selama momen kelam tersebut.

Dia kemudian menceritakan kronologi bagaimana dirinya bisa mencoba untuk mengakhiri hidup, “Gue pernah coba bunuh diri. Jadi karena gue rehab ’95, gue inget ’95 karena saat itu 50 tahun Indonesia merdeka, gue inget banget dibawa ke rumah sakit itu ada penjor (hiasan berupa bambu) di Jogja,” ucapnya kepada Kaka dan Bimbim dalam channel YouTube Slank Suka2, Jumat (16/7/2021).

Dia melanjutkan, “Gue sembuh 2-3 bulan di Jogja, gue kembali ke Surabaya gue kena lagi. Gue merasa jalan buntu, aduh gue kemaren mengalami rehab sebegitu beratnya ya. Gimana gue kalo mau rehab lagi dan mengakui ke keluarga gimana nih,” tambahnya.

Kemudian, Ari Lasso mengungkapkan kalau disaat keputusasaan itu, dia mengambil keputusan untuk memakai narkoba dengan dosis yang tinggi.

“Gue menyuntikkan heroin itu mungkin setengah sampai 3/4 gram dan sebelumnya obat tidur. Dan setelah kita baca-baca itu kan perpaduan obat tidur dan heroin itu menghentikan pernapasan (kematian),” ujarnya sambil mengatakan untuk tidak meniru apa yang telah dia lakukan.

Setelah memakai narkoba, penyanyi tersebut mengaku kalau dia langsung memutar lagu milik Slank yaitu Anyer 10 Maret. Mendengar pengakuan tersebut, Kaka langsung merinding setelah mengetahui apa yang ditelan oleh Ari Lasso.

Kemudian, Ari Lasso menceritakan kenapa dia memutar lagu Anyer 10 Maret, “Jadi gue puter lagu itu, karena belum bisa automatic rewind ya saat itu. Jadi gue terus sambil berjuang melawan, nge-rewind, nge-rewind terus lagu itu. Entah kenapa gue memilih lagu itu untuk mengantar gue (mengakhiri hidup),” ungkapnya.

Pada saat itu, dia mengakui kalau dirinya juga telah menulis surat kepada kelurganya, merasa dirinya telah gagal melawan narkoba. Kejadian itu terjadi di tahun 1995 akhir, di umurnya yang ke-22 tahun.

Dia melanjutkan, “Gue jatuh terduduk di karpet kamar gue, kepala di bawah dan kemudian subuhnya gue bangun dengan kepala bengkak semua. Kuping membesar, pipi membesar, mata besar sekali,” ucapnya.

Setelah bangun dan sadar, Ari Lasso mengatakan lagu Anyer 10 Maret yang terdapat di side B terakhir tersebut, dia putar kembali. Menurutnya, lagu Anyer 10 Maret itu yang membuatnya tetap hidup.

“Itu begitu gue bangun, yang pertama kali gue lakukan, gue rewind lagu itu, gue puter lagi, berarti gue harus hidup. Kayaknya gue emang nggak boleh mati, gue harus sembuh, masih ada yang harus dilakukan,” katanya.

Dia mengatakan kalau saat itu dia pingsan dan tersadar pada keesokan harinya karena dibangunin kakaknya, “Besokannya semalam kemudian karena subuh, lebih dari 24 jam. Diketok karena nggak keluar-keluar, dipikir ke Jakarta pertama, tapi terkunci dan ketika digedor gue terbangun,” ujarnya.

Saat itulah dia langsung mengaku kalau dia butuh bantuan untuk keluar dari ketergantungan narkoba. Mengenai lagu Anyer 10 Maret, Kaka mengatakan kalau lagu itu dia buat tentang ibunya tetapi kemasannya dijadikan tentang kekasih.

“Gue sih ngerasain mungkin lagu itu justru menolong lo untuk tetap berusaha untuk rewind. Mungkin kalo lo nggak mencet-mencet itu, lo udah passed out. Sebenarnya itu kan alam bawah sadar lo untuk tetap sadar,” ucapnya.

Ari Lasso mengungkapkan kalau kisah ini belum pernah dia ceritakan. Tetapi, menurutnya sudah seharusnya kisah itu diceritakan sekarang karena dia menganggap semua sudah indah sekarang. Dia juga berterima kasih, karena lagu Anyer 10 Maret itu yang membuatnya tetap hidup pada momen kelam tersebut.

Sumber : Hai

 

 

LEAVE A REPLY