Soal Pernyataan Risma, Veronica Koman: Kalau Mau Bangun Papua, Kirim ASN Terbaik

0
105

Jakarta, Nawacita – Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua, Veronica Koman, mengaku tidak heran dengan pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma yang mengancam akan memindahkan ASN ke Papua jika bekerja lamban.

“Karena memang sudah ada pengalamannya. Saya sudah pernah cuit ini, 100 lebih mahasiswa Papua dipaksa ke luar dari Kota Surabaya,” ujar Veronica saat dihubungi pada Rabu, 14 Juli 2021.

Veronica Koman menilai, pemikiran bahwa Papua adalah ‘tempat buangan’ memang sudah tumbuh subur di kalangan pegawai negeri. Misalnya saja di jajaran TNI dan Polri.

Kalau Papua itu tempat hukuman, tempat buangan, yang orang-orang seken lah ibaratnya ditaruh di Papua,” kata Veronica. Jika pemerintah benar ingin membangun Papua, justru seharusnya mengirim orang-orang yang terbaik.

Selain itu, Veronica menyebut sikap rasisme yang ditunjukkan Risma tak hanya secara verbal saja, tetapi juga melalui sikapnya. Ia mencontohkan salah satunya adalah ketika Risma tak menanggapi permintaan bantuan kesehatan dan makanan yang berulang kali diajukan Dinas Sosial Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Ada 5.000 pengungsi konflik bersenjata. Mereka ini sudah kelaparan, tidak ada akses kesehatan karena sudah mengungsi sejak April. Sudah ada lima pengungsi meninggal, dua di antaranya anak-anak karena sangking lapar dan sakitnya,” ucap Veronica. Sementara pengungsi yang bukan Papua asli, justru sangat difasilitasi oleh pemerintah.

sumber : Tempo 

 

LEAVE A REPLY