Menkes Resmi Tentukan Harga Eceran Tertinggi Obat Covid-19

0
128

Jakarta, Nawacita – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi menandatangani keputusan Kementerian Kesehatan RI No HK.1.7/Menkes/4826 tahun 2021, tentang harga eceran tertinggi obat dalam masa pandemi Covid-19. Ia menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) obat akan berlaku di seluruh Indonesia.

“Harga eceran tertinggi (HET) ini merupakan harga jual tertinggi obat di apotek, instalasi farmasi, rumah sakit, klinik dan faskes yang berlaku di seluruh Indonesia,” kata Budi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Sabtu (03/07/2021).

Budi mengatakan terdapat 11 obat yang sering digunakan dalam masa pandemi Covid-19. Ia mengimbau agar semua pihak mematuhi ketentuan yang ditetapkan demi mencegah hal-hal yang merugikan.

“Kita sudah atur harga eceran tertingginya. Negara hadir untuk rakyat, dan saya tegaskan di sini seperti arahan Pak Menko, saya ulangi lagi, saya sangat tegaskan di sini kami harapkan agar dipatuhi,” tegasnya.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto.

Luhut dalam konferensi pers tersebut  menyampaikan akan menindak siapapun yang berani mencari keuntungan dengan cara menaikkan harga obat-obatan yang dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19. Ia juga meminta bantuan Kabareskrim untuk tidak ragu menindak pelanggaran yang mencari keuntungan dalam situasi saat ini.

“Kita harus tindak tegas orang-orang yang bermain-main dengan angka-angka ini,” ucap Luhut.

“Saya ngga ada urusan siapa dia, ngga ada urusan beking-beking, pokoknya sampai ke akar-akarnya kita cabut saja ini nanti Mas Agus. Kita betul-betul nggak boleh main-main. Jadi kita back up kementerian kesehatan karena ini menyangkut masalah kemanusiaan,” sambungnya.

Sementara itu, Agus menuturkan pihaknya telah melakukan upaya untuk memastikan kelancaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang sedang berlangsung, utamanya dalam hal menjamin ketersediaan oksigen dan obat-obatan.

Pihaknya telah melaporkan kepada Menkes bahwa Kapolri sudah memerintahkan kembali untuk menggelar operasi Aman Nusa II. Operasi ini terdiri dari enam Satgas, yakni Satgas Deteksi, Pencegahan, Penanganan, Rehabilitasi, Penegakan Hukum, dan Bantuan Operasi.

“Ini akan digelar di seluruh jajaran dari tingkat pusat sampai dengan tingkat polres,” ujarnya.

Untuk diketahui, daftar nominal  harga eceran tertinggi kesebelas obat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan:

1. Tablet Favipiravir 200 mg (merek dagang Avigan) harga per tablet Rp22.500

2. Injeksi Remdesivir dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp510 ribu

3. Kapsul Oseltamivir 75 mg dalam bentuk kapsul harga eceran tertinggi Rp26 ribu

4. IVIG (intravenous immunoglobulin) 5 persen atau 50 ml dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp3.262.300

5. Intravenous Immunoglobulin 10 persen atau 25 ml dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp3.965.000

6. Intravenous Immunoglobulin 10 persen atau 50 ml dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp6.174.900

7. Tablet Ivermectin 12 ml harga eceran tertinggi Rp7.500

8. Tocilizumab 400 mg atau 20 ml infus dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp5.710.600

9. Tocilizumab 80 mg atau 4 ml infus dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp1.162.200

10. Tablet Azithromycin 500 mg harga eceran tertinggi Rp1.700

11. Azithromycin 500 mg dalam bentuk infus atau vial, harga eceran tertinggi Rp95.400

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY