CEK FAKTA: Tulisan Soal Pengobatan Covid-19 Ini Bukan dari Mantan Menkes Siti Fadilah

0
166

Jakarta, Nawacita – Beredar informasi yang diklaim ditulis mantan Menkes Siti Fadilah tentang tata cara penyembuhan Covid-19 untuk pasien isolasi mandiri di rumah. Tulisan itu tersebar di aplikasi percakapan Whatsapp.

Dalam tulisan itu termuat beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika menjalani isolasi mandiri di rumah dan ajuran obat apa yang harus dikonsumsi. Berikut narasinya:

“*dr Siti Fadillah, dokter jantung dan mantan menteri kesehatan RI”

*Menurut saya cara pengobatan Covid-19 di rumah dengan Isolasi Mandiri

*Pertama kita harus tahu bahwa batuk bukan penyakit utama, demam bukan penyakit utama, tapi itu hanya reaksi tubuh terhadap perlawanan infeksi atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan.

*Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahak juga kadang kadang

*Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu diobati sesuai dengan gejala sakitnya apa.
Katakanlah Covid-19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas

*Maka pengobatan nya adalah :

*1. Istirahat Total (ini wajib apapun jenis sakit flu nya, karena virus dilawan oleh antibodi ). Benar-benar istirahat sampai fit, bukan sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit, bisa 7 hari istirahatnya.

*2. Suplai vitamin dengan dosis double, kalau saya biasanya kena flu minum Farmaton Vit 2x sehari, Ester C 1000 mg 2x sehari, Madu 5 sendok, Habbats Cair 5 kapsul, Zaitun 3 sendok.

*3. Jika sesak nafas (karena semua jenis flu yang menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi sesak nafas, apalagi untuk orang yang punya asma seperti saya). Jadi tidak usah heran kalau Covid-19 katanya bikin sesak nafas, karena semua flu memang begitu.

*Nah lanjut lagi, kalau sudah sesak nafas, pengobatan yang mujarab adalah dengan alat uap Nebulizer + obat Ventolin cair + cairan infus ( bisa dilakukan sendiri di rumah, sangat mudah dan tidak berbahaya ). Diuapi sehari 3x sampai hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari hilang sesaknya seiring dengan semakin membaiknya kondisi tubuh.

*3. Jika batuk ada dahaknya, dengan diuapi ikutan sembuh batuknya, masalahnya dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga membuat sakit tenggorokan.

*4. Sakit tenggorokan diobati dengan Metyl Predynoasolon dan pereda nyeri nya Asam MaFenamat, biasanya 1 sampai 3x minum sudah sembuh.

*5. Kalau demam tinggal panasnya diturunkan dengan Paracetamol (perlu diingat demam di sini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan). Kalau tidak ada radang tenggorokan yang parah, biasanya tidak akan demam.

*6. Hindari makan buah yang bergetah seperti melon, nanas, semangka. *Makan buah Jeruk saja, jeruk itu bagus.

*7. Selama pengobatan ini, istirahat total dengan mengisolasi diri. Tidak usah mikir kerjaan, tidak usah mikir lain-lain (ini yang akan bantu buat percepat sembuhnya).

*Coba dipelajari cara penyembuhan diatas esolasi di rumah saja. Apakah perlu kalian ke rumah sakit / klinik kalau cuma sakit flu ?

*Tidak kasihan kah dengan para dokter, tenaga medis dan pasien sakit berat lainnya ?

*Resep sederhana tanpa banyak teori, semoga bisa membantu…

https://m. facebook.com/story.php?story_fbid=151577800100017&id=100057433937943&sfnsn=wiwspwa

*Sekilas info. Silahkan mana yg cocok utk pencegahan C19 scr mandiri
Kalau ada yg kena covid tdk panik dan tdk harus ke RS kalau memang tdk terlalu parah sesak napas sampai perlu ICU dan ventilator, krn saat ini RS khusus covid semua penuh.

*Bisa diobati sendiri, obat di RS untuk pasien covid seperti ini:
– Antibiotik: azitromycin atau zitrothromax 500 mg diminum 10 hari
– Antivirus: fluvir 75
– anti batuk dan kluarin dahak: fluimucil 200mg
– anti radang: dexamethasone 0,5
– turun panas: paracetamol, sanmol
– jgn panik, berdoa dan tetap bersyukur, semangat dan gembira, krn Hati yg Gembira Adalah Obat. Selalu percaya dan yakin akan sembuh.

*Tetap hrs minum multi vitamin C D E Zinc dan usahakan berjemur matahari pagi hari setidaknya 15 menit.

*Silahkan di share ke semua yg membutuhkan, semoga dapat membantu dan cepat sembuh

Penelusuran

Penelusuran merdeka.com, melansir dari Liputan6.com yang menghubungi kuasa hukum dr Siti Fadillah, Ahmad Cholidin, untuk mengkonfirmasi tentang tulisan tersebut.

Ahmad Cholidin memastikan kalau pesan berantai itu bukan tulisan asli dr Siti Fadillah. Sudah banyak modifikasi dalam pesan tersebut.

“Saya sudah cek, itu bukan tulisan dari ibu (dr Siti Fadillah),” ucap Ahmad Cholidin saat berbincang dengan Liputan6.com.

Dia menjelaskan, dr Siti Fadillah sebelumnya memang menjawab pertanyaan tentang Covid-19, informasi dalam tulisan tersebut tidak sesuai dengan jawaban yang diberikan.

“Jadi, ada yang bertanya ke ibu mengenai Covid-19. Ibu menjawab beberapa hal. Tulisan tersebut banyak tambahan yang justru bukan dari ibu,” ujarnya menegaskan.

Selanjutnya, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD yang membuka praktek di RSUD Sawah Besar, Jakarta menegaskan kalau semua klaim yang beredar dalam pesan berantai itu tidak ada yang benar.

“Kami menanyakan poin-poin yang diklaim bisa mengobati covid-19 pada pesan berantai tersebut tidak benar,” tutupnya.

Kesimpulan

Klaim tulisan mantan Menteri Kesehatan dr Siti Fadillah tentang pengobatan Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah tidak benar. Faktanya dr. Siti Fadillah tidak pernah mengeluarkan tulisan tersebut.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

sumber : Merdeka

LEAVE A REPLY