Bupati Hendy Siswanto Terpilih Jadi Korwil Apkasi Jatim

0
106

Jember, Nawacita – Bupati Jember Hendy Siswanto terpilih menjadi Koordinator Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Wilayah Jawa Timur 2021-2026. Ia ingin mengembangkan kerjasama daerah di tengah pandemi.

Hendy terpilih dalam Rapat Kerja Nasional XIII Apkasi di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (19/6/2021). “Apkasi menjadi forum untuk menyampaikan usulan daerah agar menjadi kebijakan pemerintah pusat,” katanya, Senin (21/6/2021).

Dengan Apkasi, menurut Hendy, kolaborasi dan sinergi antarkabupaten bisa terjalin. “Kemarin saya menjual produk, menawarkan beras ke Mojokerto. Jadi salesman, ditindaklanjuti OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Mudah-mudahan berhasil. Belum ngomong masalah harga,” katanya.

Di tengah pandemi Covid, kerjasama antardaerah bisa dimaksimalkan. Salah satunya di sektor pariwisata, Hendy menyodorkan konsep tiket pariwisata terusan antarkabupaten. “Jadi Jogja-Jember beli satu tiket, bisa ke mana-mana. Semacam paket wisata terusan. Saya mengutamakan kerjasama antardaerah. Kekuatan daerah harus dibangun. Seluruh Jawa Timur ada satu ticketing pariwisata,” katanya.

Ini juga akan menguntungkan sektor usaha mikro kecil menengah dan kuliner. “Daerah di Jawa Timur saling membeli dan dipakai sendiri. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi istimewa. Uang diputar di tempat kita sendiri, akan terjadi efisiensi. Produknya akan jadi produk istimewa, dipakai di provinsi lain bahkan ke luar negeri,” kata Hendy.

Kerjasama juga bisa terkait perizinan. Hendy ingin agar perizinan sektor-sektor tertentu yang harus diurus ke pemerintah pusat diajukan dan diurus bersama-sama oleh pemerintah daerah. Apkasi menjadi fasilitator.

Ada pesan dari Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada seluruh bupati yang tergabung dalam Apkasi. “Sekarang kondisi Covid. Apapun Covid akan mengganggu ekonomi. Tapi ekonomi kalau tidak ditegakkan akan mengganggu (stabilitas) masyarakat juga. Jadi dua-duanya harus berjalan pakai gas-rem,” kata Hendy.

“Yang tahu untuk menginjak pedal gas dan menekan pedal rem adalah pemerintah kabupaten. Ekonomi digas kalau angka Covid menurun. Tapi begitu angka Covid naik, rem ekonominya. Itu bisa dilakukan jika seluruh aparat turun langsung dan masyarakat peduli,” kata Hendy.

“Apapun konsepnya, kalau masyarakat tidak peduli, sekarang sudah banyak yang tidak pakai masker, seperti tidak apa-apa, padahal sekarang lebih berbahaya. Ada varian baru delta dari India,” kata Hendy.

sumber : Berita Jatim 

 

LEAVE A REPLY