Komisi X Setuju Anggaran Kemendikbud-Ristek Rp 93,24 T di Tahun 2022

0
109
Rapat Komisi X dengan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek

Jakarta, Nawacita – Komisi X DPR RI merasa prihatin atas penurunan yang sangat signifikan terhadap pagu indikatif Kemendikbud-Ristek tahun 2022. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyebut, anggaran yang turun ini akan membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengalami kendala.

“Keprihatinan kita menyangkut anggaran pendidikan yang mengalami penurunan yang cukup signifikan untuk tahun anggaran 2022. Dari berbagai analisa dari hitungan yang kami bikin ada resiko RPJMN kita tidak terpenuhi karena ada pengurangan anggaran pada tahun 2022 ini,” kata Syaiful Huda dalam Rapat Kerja dengan Kemendikbud-Ristek, Selasa (15/6/2021).

Oleh karena itu, Komisi X DPR RI menyetujui atas usulan tambahan pagu indikatif Kemendikbud-Ristek untuk tahun 2022 sebesar Rp20,16 triliun.

“Dan selanjutnya akan menyampaikan usulan tersebut ke Badan Anggaran DPR RI,” ucapnya.

Berdasarkan surat Menkeu dan Kepala Bappenas, pagu indikatif Kemendikbudristek untuk tahun 2022 sebesar Rp73,082 triliun. Dengan adanya usulan penambahan sebesar Rp20,16 triliun, maka total pagu indikatif Kemendikbudristek untuk tahun 2022 menjadi Rp93,24 triliun.

“Sehingga usulan pagu indikatif RAPBN TA 2022 menjadi Rp93,24 triliun,” papar Syaiful Huda.

Mendikbudristek Nadiem Makarim, dalam raker tersebut mengaku jika Kementerian yang dia pimpin mengalami defisit anggaran lebih dari Rp20 triliun.

“Sekadar memaparkan kan bahwa kita punya total defisit sekitar lebih dari Rp20 triliun,” terang Nadiem.

Jika dirinci, maka defisit anggaran tersebut terdiri dari Rp2,9 triliun di dalam program PAUD dan wajib belajar 12 tahun, Rp752 miliar di program pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan, serta Rp5,5 triliun di program kualitas pengajaran dan pembelajaran.

Kemudian, defisit sekitar Rp5,7 triliun untuk program pendidikan tinggi, defisit sekitar Rp2,3 triliun untuk program pendidikan dan pelatihan vokasi, Rp1,9 triliun untuk program dukungan manajemen, dan sekitar Rp887 miliar.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY