Komisi B Minta Disnak Jatim Antisipasi Antraks Jelang Idul Kurban

0
201

Surabaya, Nawacita – Jelang perayaan Idul Kurban 1442 H salah satu daerah di Jatim, tepatnya di Kabupaten Tulungagung ditemukan kasus 27 hewan ternak (Sapi dan Kambing) mati secara mendadak. Berdasarkan hasil uji laboratorium, diketahui jika seekor sapi yang mati tersebut dinyatakan positif Antraks. Tak ayal, kasus ini mendapat perhatian serius dari anggota Komisi B DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih.

Politikus asal Partai NasDem itu meminta kepada Pemprov Jatim melalui dinas terkait supaya mengambil langkah antisipasi agar kasus Antraks di Kabupaten Tulungagung tidak menyebar ke daerah-daerah lain di Jatim.

“Apa yang terjadi di Tulungagung harus benar-benar jadi perhatian Disnak, apalagi ini sudah hampir Idul Adha, jadi jangan sampai menyebar kemana-mana, harus diantisipasi dan dilokalisir,” pinta Gus Iwan sapaan akrab Iwan Zunaih saat dikonfirmasi Minggu (13/6/2021).

Pertimbangan lainnya, berdasarkan kejadian di Tulungagung, penyakit Antraks memiliki potensi penularan yang sangat besar, bahkan juga bisa menular ke manusia. “Makanya Disnak Jatim dan Disnak Kabupaten/Kota harus melakukan upaya untuk memastikan hewan kurban di Jatim benar-benar sehat,” tegas Gus Iwan.

Selain itu, menantu dari pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan ini juga meminta Disnak segera melakukan tracing dan pengendalian kesehatan ternak kurban yang ada di Jatim ini. “Jangan pandemi Covid-19 belum berakhir, Jatim bertambah masalah lagi, tentu akan menambah beban masyarakat,” dalih politikus asal Dukun Gresik.

Terpisah, drh. Diana Devi MKes, selaku Kabid Kesehatan Hewan Disnak Jatim menjelaskan bahwa kasus Antraks di Kabupaten Tulungagung, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel darah oleh Balai Veteriner Wates Yogjakarta, dari jumlah kematian 27 ekor ternak (sapi dan kambing) secara mendadak sejak periode bulan Februari sampai Mei 2021 di Desa Pagerwojo Tulungagung, hanya 1 ekor yang positif Antraks.

Untuk mengantisipasi meluasnya Antraks di Jatim, pihaknya melakukan vaksinasi secara rutin untuk hewan ternak kurban di Jatim. “Daerah Se-Jatim secara rutin setiap tahunnya sudah dilakukan pencegahan dengan vaksinasi Antraks,” jelas Diana.

Dia menambahkan, pihaknya juga melakukan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) pada peternak dan masyarakat tentang Antraks. Kemudian berikutnya, adalah pengawasan tataniaga ternak. “Jadi harus ada keterangan dan uji bebas Antraks khususnya ternak yang berasal dari daerah beresiko,” pungkas Diana Devi. (tis)

LEAVE A REPLY