Wagub Emil Harap ‘Perwira’ Mampu Cetak Wirausahawan Muda yang Kompetitif

0
247

Madiun, Nawacita -7 Juni 2021 – Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan zaman dan terciptanya wirausahawan muda, Pemprov Jatim terus melakukan inisiasi dan inovasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan mentorship dan menciptakan ruang untuk bekerja secara kolektif bagi usahawan muda Jatim.

Agenda yang dibentuk lewat Roadshow Pemuda Wirausaha (Perwira) itu digelar di Batch Madiun di Bakorwil Madiun, Senin (7/6) sore.

Hadir di acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Mantan Bupati Trenggalek tersebut berharap agar melalui Perwira, para usahawan muda Jatim mendapatkan bekal dan bimbingan menjadi seorang wirausahawan yang kompetitif.

“Kami memfasilitasi lewat bimbingan dan bekal-bekal bagi wirausahawan kita,” ujar Emil Dardak.

Emil menyebut, pergeseran minat pemuda dari pekerjaan white collar menjadi enterpreneur terjadi karena perusahaan-perusahaan mulai merampingkan strukturnya. Sehingga lapangan kerja yang tersedia bagi pemuda berkurang.

Pihaknya melihat, saat ini banyak pemuda milenial tertarik untuk mengembangkan diri dan berpeluang berkarir dalam bidang wirausaha.

“Sekarang muncul situasi di mana lapangan kerja untuk anak muda makin terbatas. Ada keterpaksaan. Tetapi di sisi lain ada peluang yang juga sangat besar,” terangnya.

Untuk mencapai tujuan itu, Pemprov Jatim akan senantiasa memberikan bimbingan bagi pemuda-pemuda Jatim yang tergabung dalam Perwira.

“Generasi muda makin ke sini makin punya pandangan ingin menjadi entrepreneur, tetapi jalannya susah sekali. Di sini ada dua faktor, yakni faktor pendorong dan faktor penarik. Salah satunya yang berpengaruh adalah teknologi digital yang mempengaruhi production dan jangkauan,” ujar Wagub sekaligus Business Advisor bagi Perwira tersebut.

Pihaknya menjelaskan, Perwira sendiri merupakan platform ekosistem untuk para pemuda dan para mentor bisnis. Platform ini berfokus pada bisnis seputar health industry, agro industri, innovation, public service, dan creative inindustry.

Pemuda-pemuda yang tergabung dalam Perwira akan menjalani 4 fase, yaitu Fase Mencari Perwira, Fase Akselerasi Perwira, Perwira Juara, dan Perwira Take Off. Nantinya, mereka yang lulus seleksi akan dipertemukan dengan advisor. Selanjutnya disaring sebanyak 10 orang untuk mendapatkan kelas dan pendampingan lebih lanjut.

“Selama ini lomba wirausaha hadiahnya disangka harus modal. Padahal para pengusaha juga butuh pendampingan lebih lanjut dengan para ahli. Kalau kita sudah bertemu orang dan ide yang tepat, tapi journey-nya tidak tepat, dia akan berhenti di tahap ide,” ungkap Emil.

Pihaknya berharap, model bisnis dari Perwira ini akan menjadi referensi open source bisnis dari Pemprov Jatim untuk diterapkan wirausahawan muda lainnya.

“Yang penting bukan venture capital, tapi bagaimana mencari orang yang tepat, ide tepat, journey tepat. Kalau berhasil, harapannya model bisnisnya bisa direplikasi oleh pemerintah. Perwira ini akan menjadi open source di mana semua bisa meniru modelnya,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Emil menyampaikan, dukungan Pemprov Jatim juga disalurkan dalam bentuk fasilitas. Di antaranya melalui East Java Super Corridor (EJSC), Milenial Job Center (MJC), dan pembangunan co-working space.

“Ini karena Perwira bukan sekadar program pemprov, tapi juga komunitas-komunitas yang bertemu di coworking space. Ruang-ruang ini dibangun dengan desain seperti ini agar anak muda merasa bahwa pemprov hadir untuk mereka,” tutupnya.(*)

Dn

LEAVE A REPLY