Risma Segera Tuntaskan Puluhan Juta Data Ganda Penerima Bansos

0
1160
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (24/5/2021). Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan akan menuntaskan permasalahan data ganda yang terjadi pada penerima bantuan sosial (bansos). Ia menjelaskan bahwa akar masalah data ganda ini pertama kali diketahui oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya hanya ingin menuntaskan pemeriksaan-pemeriksaan BPK ini sampai selesai, karena kalau tidak maka saya akan ditagih sampai tahun depan,” kata Risma, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR R, Senin (24/5/2021).

Risma mengungkapkan dari temuan BPKP tahun 2020 terdapat 3.877.965 data NIK keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bansos tidak valid. Kemudian, sebanyak 41.985 duplikasi data KPM dengan nama dan NIK yang sama.

“Tidak hanya itu, terdapat penerima manfaat (PM) bansos yang tidak layak/tidak miskin/tidak mampu/tidak rentan sebanyak 3.060 KPM di Jabodetabek,” paparnya.

Lebih lanjut dalam laporan BPK, terdapat data NIK tidak valid sebanyak 10.922.479 anggota rumah tangga (ART). Nomor KK tidak valid sebanyak 16.373.682 ART. Lalu, nama kosong sebanyak 5.702 ART, serta NIK ganda sebanyak 86.465 ART pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penetapan Januari 2020.

Untuk diketahui, Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini guna membahas verifikasi dan validasi data kemiskinan di Indonesia. Salah satu pokok pembahasannya yakni 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos) yang telah dinonaktifkan.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY