Sejarah Kerajaan Majapahit dari Masa Jaya hingga Peninggalan

0
169
Pura Kawitan Majapahit

Jakarta, Nawacita – Nama Majapahit lekat kaitannya dengan sejarah masa jaya kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Kerajaan Majapahit bahkan dianggap sebagai salah satu kerajaan besar dengan luas wilayah kekuasaan yang hampir se-Nusantara.

Masa jaya kerajaan Majapahit sekaligus menjadi penanda berakhirnya kerajaan bercorak Hindu-Budha yang berkuasa di Nusantara.

Kerajaan Majapahit menorehkan masa jayanya di bawah kepemimpinan Hayamwuruk dengan Gajah Mada sebagai panglimanya. Berikut uraian sejarah kerajaan Majapahit.

Awal Mula Kerajaan Majapahit Berdiri

Disebutkan awal mula kerajaan Majapahit berdiri adalah setelah runtuhnya kerajaan Singasari akibat pemberontakan Jayakatwang pada 1292 masehi.

Keponakan Kartanegara (raja Singosari yang kalah oleh Jayakatwang) yang terdesak yakni Raden Wijaya kemudian melarikan diri.

Dalam pelariannya ia mendapat bantuan dari seseorang bernama Arya Wiraja. Raden Wijaya kemudian membuat desa kecil di hutan Trowulan dan menamai desa tersebut dengan Majapahit.

Penamaan diambil dari nama buah maja yang tumbuh subur di hutan itu namun memiliki rasa yang pahit, merujuk Historia.

Seiring berjalan waktu, desa tersebut berkembang dan Wijaya secara diam-diam memperkuat dirinya dengan merebut hati para penduduk yang datang dari Tumapel dan Daha.

Niat balas dendam Raden Wijaya terbantu lebih cepat dengan datangnya tentara Khubilai Khan pada 1293.

Setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya menyerang pasukan Khubilai Khan karena tidak ingin tunduk di bawah kekuasaan kaisar Mongol.

Penobatannya sebagai raja pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 atau 10 November 1293 merupakan cikal bakal lahirnya kerajaan Majapahit.

Sebagai raja, Raden Wijaya memiliki gelar Kertarajasa Jayawardhana. Nama rajasa disematkan Raden Wijaya untuk menghormati pamannya, sang pendiri kerajaan Singasari sekaligus menghormati para leluhurnya di Singasari.

Masa Jaya Kerajaan Majapahit

Butuh 4 kali pergantian kepemimpinan raja untuk membangun kejayaan kerajaan Majapahit.

Setelah Raden Wijaya wafat (1293 – 1309), era kepemimpinan berganti ke tangan Sri Jayanagara, Tribuwana Wijayatunggadewi, dan Sri Rajasanagara atau yang lebih dikenal dengan Hayam Wuruk.

Kerajaan Majapahit sangat berkembang pesat saat dipimpin oleh Hayam Wuruk cucu dari Raden Wijaya dengan dampingan mahapatih Gajah Mada. Mahapatih Gajah Mada dikenal dengan Sumpah Palapanya yang bertekad mempersatukan Nusantara di bawah panji kekuasaan Majapahit.

Pusat Kerajaan Majapahit

Sebagai kerajaan besar di masa itu, Majapahit tercatat pernah mengalami kepindahan pusat pemerintahan sebanyak 3 kali. Ketiga pusat pemerintahan tersebut masih dalam area wilayah Jawa Timur.

  • Mojokerto

Pusat pemerintahan atau ibu kota pertama kerajaan Majapahit berada di kota Mojokerto. Kala itu ibu kota dipimpin oleh raja pertama, yakin Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya. Disebutkan letak pusat pemerintahan terletak di tepi sungai Brantas.

  • Trowulan

Pusat pemerintahan kemudian berpindah mengikuti masa kepimimpinan Sri Jayanegara, raja kedua kerajaan Majapahit. Jayanegara memindahkan pusat pemerintahan ke Trowulan. Pada masa kini, kota tersebut berjarak 12 km dari Mojokerto. Pusat pemerintahan di Trowulan berjalan cukup lama.

  • Daha

Daha atau disebut Kediri saat ini merupakan kota ketiga dari pusat pemerintahan kerajaan Majapahit.

Kepindahan pusat pemerintahan Majapahit ke Daha berkaitan erat dengan masalah internal di kerajaan dan ancaman dari kerajaan Islam, kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Kejatuhan Kerajaan Majapahit

Melemahnya kekuasaan Majapahit terjadi saat kematian Hayam Wuruk dan mahapatih Gajah Mada pada 1364.

Sinar kejayaan Kerajaan Hindu-Buddha paling besar dan Berjaya di Nusantara perlahan meredup meski telah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan.

Masa jaya Majapahit berakhir saat wilayah kekuasaannya direbut oleh kerjaan lain. Terutama setelah mendapat serangan dari kerajaan islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak.

Berikut 13 nama raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit beserta masa berkuasanya:

  • Raden Wijaya / Kertarajasa Jayawardhana (1293 – 1309)
  • Kalagamet / Sri Jayanagara (1309 – 1328)
  • Sri Gitarja / Tribuwana Wijayatunggadewi (1328 – 1350)
  • Hayam Wuruk / Sri Rajasanagara (1350 – 1389)
  • Wikramawardhana (1389 – 1429)
  • Suhita / Dyah Ayu Kencana Wungu (1429 – 1447)
  • Kertawijaya / Brawijaya I (1447-1451)
  • Rajawardhana / Brawijaya II (1451 – 1453)
  • Purwawisesa / Brawijaya III (1456 – 1466)
  • Bhre Pandansalas / Brawijaya IV (1466 – 1468)
  • Bhre Kertabumi / Brawijaya V (1468 – 1478)
  • Girindrawardhana / Brawijaya VI (1478 – 1498)
  • Patih Udara (1498 – 1518)

Peninggalan Kerjaan Majapahit

Meski telah runtuh beberapa abad lalu, hingga kini masyarakat modern tetap dapat menyaksikan sisa-sisa peninggalan kerajaan Majapahit. Saksi bisu kejayaan Majapahit muncul dalam berbagai rupa seperti situs, candi, kitab, dan arsitektur.

  • Situs Trowulan:

Sebagai salah satu pusat pemerintahan, kerajaan Majapahit banyak meninggalkan warisannya seperti prasasti Wurare, Kudadu, Sukamerta, Balawi, Prapancasapura, Parung, Canggu, Biluluk, Karang Bogem, Katiden.

  • Candi:

Sukuh, Cetho, Pari, Jabung, Bajang ratu, Tikus.

  • Kitab:

Negarakertagama, Sutasoma, Pararaton, Kunjarakarna, Arjuna Wiwaha, Ranggalawe.

sumber : CNN

LEAVE A REPLY