Buat Gaduh Suasana, Arief Poyuono Minta Novel Baswedan-dkk Legowo

0
331

Jakarta, Nawacita – Politikus Gerindra Arief Poyuono menilai tindakan 75 pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan membuat laporan ke Dewan Pengawas (Dewas KPK) membuat gaduh suasana. Menurutnya, Pegawai KPK yang tidak lulus harus menerima dengan lapang dada hasil TWK.

“Jangan cerewet bentar lagi uang kerohiman untuk pengabdian di KPK segera akan diturunkan. Jangan bikin gaduh dan terima kenyataan bahwa kalian itu gagal untuk assessment menjadi ASN,” kata Arief, saat dihubungi nawacita.co, Rabu (19/5/2021).

Sebab, Presiden Joko Widodo sudah menyatakan setuju dengan putusan Mahkamah Konstitusi dalam gugatan judicial review terkait UU KPK yang menyatakan pegawai KPK harus menjadi ASN.

“Jangan bikin pusing dan repot Jokowi, sebab Jokowi sudah setuju dengan putusan MK terkait UU KPK. Putusan MK jelas agar pengalihan status, jangan sampai merugikan pegawai KPK untuk menjadi apartur sipil negara (ASN),”

Dengan memaksa 75 pegawai KPK yang tidak lulus ujian sebagai ASN dipaksakan tetap jadi ASN dengan segala cara itu artinya sama saja korupsi uang negara. Karena mereka sudah gagal tes ASN.

“Nah sekarang Novel Baswedan CS yang engga lulus TWK di Non aktifkan oleh KPK sudah tepat karena sudah bukan lagi sebagai Pegawai KPK karena bukan ASN, nah pegawai KPK yang lulus jadi ASN mulai bulan depan fasilitas dan gajinya serta hak-hak nya sebagai ASN sudah mulai diberlakukan,” terang Arief.

“Kalau tidak menonaktifkan komisioner KPK bisa dipenjara karena mengunakan anggaran negara dengan tidak benar yaitu memberikan gaji kepada pegawai KPK yang bukan ASN,” sambungnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY