Sri Subiati Minta Rumah Sakit Siaga Bila Terjadi Lonjakan Covid Pasca Lebaran

0
344
Sri Subiati Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim.

SURABAYA | Nawacita – Pemerintah propinsi Jatim diminta lakukan antisipasi bila terjadi lonjakan kasus penyebaran covid 19. TErmasuk kesiapan Rumah Sakit daerah untuk tidak pernah lengah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Jatim Sri subianti mengatakan hal itu sebagai warning agar kasus covid- 19 di Jatim tidak alami kenaikan yang mengkhawatirkan pasca lebaran. Antisipasi ini perlu mengingat dari pantauan yang ada, meski pelarangan mudik dilakukan masih ada mereka yang lolos dan berkumpul bersama keluarga di desa. Yang ironis mereka ada yang tidak melakukan karantina sebagaimana yang diharapkan. “Rumah sakit utamanya milik pemerintah provinsi harus siap siaga apabila terjadi lonjakan kasus covid pasca mudik lebaran, sebagai langkah antisipasi,” pinta politisi perempuan yang akrab disapa Bu Anti ini, Senin (17/5/2021).

Pihaknya berharap Jatim yang kondisi penyebaran covid- 19 yang landai saat ini, tidak alami lonjakan lagi pasca libur lebaran. Tapi bukan berarti Rumah Sakit lengah. “Pastinya saya tetap meminta masyarakat lakukan prokes ketat termasuk mereka yang sudah mendapatkan vaksin. Ingat vaksin bukan obat tapi untuk meningkatkan daya tubuh dari serangan covid-19,” jelas perempuan yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim.

Menurutnya, kekuatiran tersebut pasti ada. Karena pada mudik lebaran kali ini, penerapan PPKM mikro di desa RT atau RW masih banyak terpantau tidak terlalu ketat dan tegas.

“Ini harus bisa dimaklumi, sebab satu sisi ini urusan kemanusiaan. Mereka datang silaturrahmi pada orang tuanya dan famili nya yang sudah lama tidak ketemu,” lanjutnya.

Belum lagi terjadinya kerumunan di tempat umum seperti pasar, mall maupun tempat wisata lokal saat liburan lebaran ini. Masyarakat yang tidak mudik banyak yang mendatangi tempat tersebut.

“Diberbagai wilayah Kota/Kabupaten, banyak kita lihat masyarakat sebelum lebaran kemarin banyak yang datangi pasar dan mall untuk keperluan lebaran,” ucapnya.

“Sekarang pasca lebaran dan masih suasana libur masih banyak yang mendatangi mall dan pasar untuk cari makanan, ditambah tempat wisata lokal yang banyak didatangi untuk berlibur. Ini khan potensi timbulnya claster baru,” lanjutnya.

Kata Anti sapaan akrab Sri Subiati, langkah antisipasi ini perlu dilakukan agar lonjakan kasus covid- 19 di Jatim tidak alami kenaikan yang cukup tinggi seperti tahun 2020 kemarin pasca lebaran.

Kasus meningkatkan jumlah kasus tahun 2020 kemarin pasca lebaran yang begitu tinggi, lanjut Anti harus tetap menjadi pelajaran tersendiri bagi Pemprop agar tidak terulang lonjakan tersebut di pasca lebaran tahun ini.

“Ingat kita pernah alami lonjakan kasus yang cukup tinggi di Jatim tahun lalu pasca lebaran, yang itu cukup membuat kita di Jatim kerepotan,” jelas Bendahara Partai Demokrat Jatim ini.

Anti juga meminta agar rumah sakit yang ada di Jatim khususnya kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Malang, Jember, Madiun untuk juga melakukan persiapan guna mengantisipasi lonjakan kasus covid- 19 pasca lebaran ini. Termasuk Rumah Sakit lapangan yang ada di jl Indrapura. rko

 

LEAVE A REPLY