PKS dan Golkar Sepakat Tinggalkan Politik Identitas

0
425

Jakarta, Nawacita – Kunjungan safari politik ramadhan yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini, Kamis (29/4/2021) ke kantor DPP Partai Golongan Karya (Golkar). Dalam kesempatan ini, PKS dan Golkar membahas terkait politik identitas.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, bersama PKS sepakat untuk meninggalkan politik identitas. Ke depan sebaiknya untuk dahulukan politik kebangsaan yang lebih kondusif.

“Selanjutnya juga dibahas tentang politik kebangsaan di mana kedepan akan mendahulukan politik kebangsaan. Dan juga diharapkan agar politik identitas itu akan ditinggalkan. Sehingga kita akan membangun kebhinekaan dan juga NKRI dan politik yang lebih kondusif agar kita bisa sama-sama mensejahterahkan masyarakat,” kata Airlangga, saat konferensi pers, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Airlangga juga menghargai posisi politik PKS di mana mereka berada di luar pemerintahan. Ia mengungkapkan jika kedua pihak saling menghargai perbedaan dan mengutamakan persamaan.

“Selanjutnya terkait dengan posisi posisi per hari ini kami saling menghargai Partai Golkar di pemerintahan, Partai Keadilan Sejahtera itu berada di luar pemerintah, sehingga kita ke depannya adalah menghargai perbedaan namun mengutamakan persamaan sehingga ini yang menjadi basis partai-partai politik ke depan demikian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama presiden PKS Ahmad Syaikhu menuturkan perihal index demokrasi Indonesia dalam Economist Intelligence Unit yang buruk. Dengan ada silahturahmi politik ini, ia berharap demokrasi di Indonesia akan terus ditingkatkan.

“Sehingga ini akan meningkat dari pada kondisi yang hari ini di mana dikatakan oleh Economist Intelligence Unit sebagai apa nama demokrasi yang cacat mudah-mudahan ke depannya akan terus ditingkatkan dan tentu itu perlu ada peran dan kebersamaan dari seluruh partai partai negeri kita tercinta,” ucap Syaikhu.

Lebih lanjut, dalam safari politik ini juga PKS memperkenalkan lambang baru PKS dan mars barunya. Dengan pembaharuan tersebur, Syaikhu berharap menjadi penanda babak baru dalam berpolitik.

“Tadi kami memperkenalkan juga lambang baru PKS dan mars baru. Mudah-mudahan menjadi penanda babak baru perpolitikan ke depan,” ungkapnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY