Razman Minta Walikota diperiksa Soal Seragam Damkar Depok

0
643
Pengacara Razman di kantornya, Senin (19/4/2021).

Jakarta, Nawacita – Polemik yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok kembali mencuat setelah salah satu anggotanya mengungkap adanya dugaan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan jabatan. Sandi mengatakan ada beberapa hal, pertama adanya dugaan markup harga sepatu pemadam kebakaran dan baju PDL yang terjadi sejak tahun 2018.

Juga terkait insentif, di mana tertulis bahwa setiap anggota menerima 1,7 juta dalam anggaran, namun para anggota hanya menerima 850 ribu dan itupun baru sekali diterima.

Atas polemik tersebut, Razman Arif Nasution Selaku kuasa hukum Sandi Butar Butar meminta agar kasus ini usut tuntas.

“Yang paling penting dalam kasus ini kami minta agar Kejaksaan Negeri dibawah pengawasan Jaksa Agung, Kapolres Kota Depok dibawah kepengawasan Kapolda dan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Razman, saat konferensi pers di Kantor Law Firm, Jakarta, Senin (19/4/2021).

Lebih lanjut, Razman mengatakan jika Sandi memiliki bukti rekaman dari seseorang yang menjabat sebagai bendahara bidang keuangan di Damkar Kota Depok jika ada pemotongan dan markup anggaran. Oleh karena itu ia menduga ada campur tangan Petinggi di Kota Depok dalam hal ini Walikota Depok.

Sehingga, Razman meminta agar Walikota Depok diperiksa terkait kasus ini.

“Kita menduga karena anggaran-anggaran seperti ini dan kemudian mengalir begitu saja tahun ke tahun, kita duga melibatkan Walikota. Karena itu kita minta Walikota diperiksa. dan ada pengakuan saudara Sandi tadi, katanya bendahara sudah mengaku,” pungkasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY