Said Abdullah Bantah Bagi-Bagi duit dan Timbulkan Kerumunan di Sumenep

0
343
Said Abdullah (kanan) saat memberi keterangan Pers di Senayan, Kamis (15/4/2021). foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah membantah menjadi penyebab, terkait video viral yang memperlihatkan kerumunan masyatakat di Sumenep, Jawa Timur. Di mana dalam video tersebut dikatakan adanya pembagian uang dari Ketua Banggar.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di pada Kamis (15/4/2021) di Gedung Nusantara II DPR RI, Said Abdullah menegaskan jika pihaknya tidak melakukan pembagian uang kepada masyarakat sekitar. Bahkan, baliho sudah dipasang di kediamanannya yang bertuliskan tidak memberikan zakat apapun selama pandemi COVID-19.

“TIba-tiba selasa malam, di sebelah rumah saya ada nama Wakaf Bang Dullah. Yang datang ribuan orang. Aparat sudah turun sedemekian rupa dan pada saat yang sama sebagai antisipasi itu sepanjang jalan sudah dikasih baliho, spanduk bahwa tidak memberikan zakat apapun selama pandemi,” kata Said, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga : Kerumunan Salat Tarawih di Sumenep dipicu Bagi-Bagi Duit

Said mengatakan jika ia memiliki tim di daerah untuk membagikan 50.000 boks takjil kepada masyarakat ke desa-desa, bukan pembagian uang sebagaimana yang ditampilkan dalam video yang beredar di media sosial.

“kami punya tim di daerah, tentu selain tim partai ada tim kami sendiri itu yang pertama tim melakukan membuat sebanyak 50rb boks untuk takjil kepada masyarakat ke desa-desa. Sampai akhirnya ini yang membuat video dia masuk di videonya, dimasukkan ke situ dengan caption, dengan bahasa yang berbeda. Padahal sama sekali nggak ada pembagian uang. Seperak pun tidak ada pembagian uang. Tapi ditulis ada pembagian uang,” jelas politisi partai PDIP.

Lebih lanjut, Said menuturkan jika ada pembagian zakat akan dilakukan ke desa-desa sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Karena saat ini situasi pandemi COVID-19.

“Kalau ada zakat akan dilakukan ke desa-desa, door to door akan dinatra supaya tidak ada penumpukan,” tandasnya.

“Sehingga kita susah bener yaa. DPR itu turun ke masyarakat salah, tidak turun salah, lama-lama kayak lagu ‘begini salah begitu salah’. Kami sadar betul dalam kondisi COVID-19,” sambungnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY