Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp1,49 Triliun Sepanjang Tahun 2020

0
463
Dirut Bank Jatim Busrul Iman dan Direktur Keuangan Ferdian Timur S.

SEMARANG | Nawacita – Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri perbankan, pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia membuat sektor bisnis mengalami penurunan terhadap kinerja industri perbankan. Namun  bankjatim bersyukur, di tengah-tengah pandemi bankjatimmasih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

Direktur Utama PT Bank Jatim Busrul Iman mngatakan, kinerja keuangan bankjatim Tahun Buku 2020 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY). “Jika dibandingkan dengan kinerja industri perbankan secara nasional dan regional Jawa Timur, pertumbuhan kinerjabankjatimberada diatas pertumbuhan rata rata,” terang Busrul, Rabu (14/4/2021).

Dijelaskannya, bBerdasarkan kinerja Desember 2020, aset bankjatim tercatat Rp. 83,62 triliun atau tumbuh 9,00%, laba bersih bankjatimtercatat Rp. 1,49 triliun atau tumbuh 8,17% (YoY). Selama Tahun Buku 2020, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 13,08% (YoY) yaitu sebesar Rp. 68,47 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat.

Behitu juga dari sisi pembiayaan, kali inibankjatimmampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif meskipun di tengah-tengah pandemi yaitu tumbuh 8,16% (YoY) atau sebesar Rp. 41,48 triliun. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 24,35 triliun atau tumbuh 5,42% (YoY). Diikuti oleh kredit komersial sebesar Rp. 10,33 Triliun atau tumbuh 11,95 dan kredit di sektor UMKM sebesar 6,80 Triliun. Komposisi rasio keuanganbankjatimperiode Desember 2020 antara lain Return on Equity (ROE)sebesar 18,77 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,55 %, dan Return On Asset (ROA)1,95 %.

“Selama pandemi, bankjatimjuga berpartisipasi dalam mendukung program restrukturisasi kredit yang dicanangkan oleh Pemerintah,” jelas Busrul.

Sampai dengan Maret 2021, bankjatimtelah melakukan restrukturisasi kredit kepada 3.297Debitur dengan total outstanding Rp. 1,82 Triliun atau sekitar 4,37% dari total penyaluran kredit bankjatim.

Dalam kesempatan itu, bankjatim juga memaparkan kinerja keuangan Maret 2021 yang juga menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Total aset tercatat 89,65 atau tumbuh 28,58 % (YoY), sedangkan laba bersih tercatat 448 Miliar atau tumbuh 2,20 % (YoY).  Selama triwlan I 2021, penyaluran kredit bankjatimtercatat Rp. 41,73 Triliun atau tumbuh 8,63 % (YoY), sedangkan dana pihak ketiga tercatat Rp. 76,09 Triliun atau tumbuh secara signifikan 31,72 %.

bankjatim optimis dapat mencapai target kinerja keuangan yang baik di tahun 2021. Beberapa langkah telah disiapkan dalam mendukung pencapaian target tersebut, salah satuya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dimulai lagi pada tahun ini dengan plafond Rp. 1 triliun. selanjutnya, bankjatimjuga akan berusaha meningkatkan market share untuk kredit multiguna yang saat ini masih sebesar +60%,” pungkas Busrul. bdo

LEAVE A REPLY