Pelatihan Pemanfaatan Bambu Dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pinggiran

0
379

Langsa, Nawacita – Kemajuan teknologi yang semakin hari semakin berkembang membuat semua kebutuhan semakin memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, apalagi dengan internet  pasti sudah tidak asing, dengan kemajuan teknologi pastinya kemajuan ekonomi juga berkembang pesat. Untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat pedesaan khususnya yang di pinggiran kota harus lebih melatih keterampilan mereka untuk menambah penghasilan dari bahan-bahan di sekitar mereka sendiri. Bambu adalah jenis dari famili Gramineae yang memiliki memiliki rongga dan ruas dibatangnya.

Sejak dahulu bambu sudah digunakan oleh masyarakat dalam berbagai hal. Tidak hanya di Indonesia, namun hampir diseluruh dunia , sehingga dikenal dengan istilah tanaman serbaguna. Bambu merupakan bahan baku yang diharapkan dapat dijadikan substitusi bahan baku komersial yang mudah di olah. Bambu memiliki keunggulan sendiri di banding kayu, karena bambu mudah dikembangkan dibanding kayu, ulet, elastisitas yang tinggi, mudah di bentuk dan harganya juga terjangkau. Di Indonesia sendiri khususnya Aceh, tidak heran lagi karena tanaman bambu tersebar di setiap pedesaan.

Di Kota Langsa, khususnya pinggiran kota langsa yaitu desa simpang wie, Kecamatan Langsa Timur, Jalan.HTM kapten Lida, kode pos 244411. Sebagai mahasiswa kpm IAIN langsa kami telah memilih deas tersebut untuk melakukan kegiatan. Di saat kami melakukan observasi penduduk, kami tertarik dengan salah satu masyrakat disitu yang bernama Reza Fahlevi, karena memiliki keahlian di bidang seni mengolah bambu menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.

Bang Reza mengolah bambu menjadi berbagai kerajinan tangan, salah satunya yaitu kapal dari bambu, di samping itu kami di tunjukkan hasil yang di buat oleh Bang Reza. Keahlian yang dia dapat ini diturunkan oleh almarhum ayahnya. Dari hasil wawancara, membuat kapal dari bambu ini memakan waktu hingga 2 sampai 5 hari lamanya, tergantung tingkat kesulitan dan besar kecil ukuran kapal yang akan di buat.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kapal juga mudah di cari. Dalam pembuatan kapal ini Bang Reza mengatakan tidak terlalu sulit, hanya membutuhkan kesabaran yang lumayan memakan konsetrasi. Oleh karena itu, harus benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati. Bang Reza juga mengatakan, ia membuat kapal hanya sesuai pesanan dengan kisaran harga Rp. 250.000,00 sampai Rp. 3.000.000,00. waktu pemesanan yang lumayan mungkin selama bulan ramadhan. Pemesan, memesan untuk keprluan buah tangan keluarganya yang pulang kampung saat lebaran tiba. Dalam wawancara yang berlangsung Bang Reza juga menawarkan pelatihan untuk kami yang melakukan KPM di desa simpang wie tersebut.

Setelah selesai melakukan wawancara, kami di tunjukkan memilih jenis bambu yang akan digunakan untuk membuat kapal tersebut. Dari beberapa jenis bambu, jenis bambu yang di gunakan adalah bambu duri yang sudah lumayan kering, karena jenis bambu ini tebal dan tidak beserbuk. Pelatihan yang dilakukan hanya memakan waktu 2 hari karena waktu yang di butuhkan juga sangat terbatas.

Mungkin dengan ilmu yang dimiliki oleh bang Reza ini bisa membuka peluang ekonomi kreatif untuk kehidupan masyarakat di desa simpang wie melalui pemberdayaan masyarakat yang mendukung pelatihan kerajinan tangan untuk mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat tersebut. Kerajinan bambu ini memiliki kelebihan tersendiri, jika dikembangkan akan merambah penjualannya ke kolektor seni yang lebih mahal lagi harganya, dan juga pemesanan pasti akan terus menerus ada. Perangkat desa juga harus ikut andil untuk memberikan pelatihan ke masyarakat desa  agar menjadi ekonomi kreatif di desa simpang wie, Langsa Timur ini.

Ekonomi kreatif akan menggeser produk-produk hasil industri konvensional dan memberikan solusi baru yang lebih tepat untuk kebutuhan pasar. Manfaat yang ekonomi kreatif ini memberikan perubahan besar dan solusi baru. Manfaat yang di dapat dari ekonomi kreatif ini sendiri memberikan manfaat hadirnya teknologi memberikan kemudahan akses untuk memperoleh informasi yang cepat, membuat inovasi yang beragam, bisnis juga menjadi kompetitif, dan ekonomi kreatif merupakan hasil karya dari manusia-manusia yang kreatif. (SURVISOR : Dr. NURMAWATI, M.Pd)

Penulis : Fauzan Febrian,

LEAVE A REPLY