Kuah Beulangong Masakan Khas dari Aceh

0
642

Langsa, Nawacita – Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal abad ke-17, kesultanan Aceh adalah Negara terkaya, terkuat, dan termakmur dikawasan Selat Malaka. Berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri karena alasan sejarah. Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak bumi dan gas alam. Aceh juga terkenal dengan hutannya yang terletak di sepanjang jajaran bukit barisan dari kutacane di Aceh Tenggara sampai Ulu Masen di Aceh Jaya.

Berbicara tentang Budaya Aceh memang tak habis-habisnya dan tak akan pernah selesai sampai kapanpun. Topik yang satu ini memang menarik untuk dibicarakan terutama karena budaya itu sendiri sesungguhnya merupakan segala hal yang berhubungan dengan hidup dan kehidupan manusia. Jadi, selama manusia itu ada selama itu pula persoalan makanan dan penganan akan terus dibicarakan. Sejauh mana Budaya Aceh mengalami perubahan, dan pandangan masyarakat aceh terhadap petuah dan kebiasaan-kebiasaan yang telah turun temurun berlaku dalam masyarakat, petuah atau kebiasaan yang disebut adat istiadat di Nanggroe Aceh yang mulai dikesampingkan oleh generasi muda, yang bersifat negative yang terjadi pasca konflik dan tsunami.

Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki aneka ragam budaya yang menarik khususnya dalam bentuk tarian, kerajina, perayaan dan makanan/penganan. Maka dari itu kita harus memahami faham tentang adaptasi dan budaya kita. Kita juga harus memahami seberapa penting adat, budaya bagi kehidupan masyarakat, guna tercapai hidup yang lebih baik, sebagaimana orang-orang sebelum kita menjaga adat budaya, maka dari itu marilah sama-sama kita menjaganya.

Makanan khas merupakan identitas suatu daerah yang dapat membedakan keberadaan dengan daerah lain. Begitu juga keberadaan makanan khas suku bangsa Aceh yang berbeda dengan makanan khas dari daerah lain di Indonesia. Kekayaan kuliner Aceh diwariskan dari generasi ke generasi hanya dengan lisan sehingga sukar untuk dapat diketahui secara pasti kapan keberadaan makanan khas tersebut di Aceh, salah satunya Kuah Beulangong. Selain memiliki daya tarik sendiri, juga memiliki cerita sejarah dibalik kelahiran kuliner tersebut. Dari dulu hingga sekarang Kuah Beulangong selalu diminati oleh masyarakat Aceh khususnya kawasan Aceh Besar, selain lezat di lidah orang Aceh, adapun sekarang kebanyakan wisatawan luar Aceh sangat menyukai Kuah Beulangong hingga turis manca Negara pun sekalian.

Aceh, selain memiliki kekayaan budaya, dan seni juga di kenal sebagai gudang kuliner yang niscya akan membangkitkan selera. Salah satunya Mie Aceh yang sangat lezat selain beragam kuliner yang tadi yang dapat di nikmati setiap hari, ada salah satu kuliner khas aceh yang sering di jumpai di hajatan pernikahan atau kenduri Maulid Nabi Muhammad , akikah  , yaitu makanan Kuah yang berisikan daging dan sayur- sayuran dengan cita rasa bumbu kari yang mengugah selera, kerap di sebut dengan nama kuah beulangong, dari segi defenisi kata “kuah”yang kita ketahui bermakna air dari gulai atau daging dan beulagong istilah dari bahasa aceh “Beulangong”yang berarti panci atau kuali besar yang di gunakan untuk memasak makanan khas dari aceh.

Makanan ini sudah ada sejak dahulu yang membuat cita rasa dari kuah beulangong ini  kental dengan akan tradisional masakan daerah aceh. Tidak hanya orang tua saja yang menyukai kuah beulangonng tetapi anak muda pun merasakan. Biasanya kuah beulangong di masak berjam jam lamanya dengan bahan bahan yang banyak dan bumbu yang khas, tidak jarang olahan ini  memakan waktu dan tenaga kerja yang di bilang lumayan banyak.

Kuah Beulangong itu sendiri banyak dijual di warung-warung makan khas Aceh. Selain lezat Kuah Beulangong ini banyak peminatnya. Terutama orang Aceh sendiri, mereka tidak bosan untuk makan Kuah Beulangong. Selain lezat, mungkin juga karena sejarahnya yang khas bagi orang Aceh. Disebut Kuah Beulangong karena proses memasaknya yang berlangsung dalam belanga atau sebuah kuali besar (Beulangong), hingga menampung lebih dari 200 porsi. Membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memasaknya.

Cara membuat Kuah Beulangong khas Aceh terbilang mudah. Daging yang sudah dipotong kecil-kecil lalu dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam kuali besar atau Beulangong. Aduk dengan bumbu diatas sampai merata, dan tidak lupa ditaburkan garam sesuai selera, selanjutnya siram dengan air secukupnya, lalu aduk menggunakan tangan. Kemudian tunggu daging hingga setengah matang dan juga sekaligus bumbunya yaitu khas rempah dari Aceh yang diracik khusus oleh orang Aceh sehingga rasanya meresap sempurna. Kemudian masukkan buah nangka muda atau juga sering disebut orang Aceh boh panah atau juga bisa di tambah dengan buah pisang kapok yang sudah di potong kecil-kecil, lalu campurkan kedalam kuali bersama bawang yang telah dikupas dan sudah di iris, kemudian tambah air sedikit dan biarkan mendidih.

Penulis : Mahdalifah

LEAVE A REPLY