Telan Biaya Tinggi, Bandara YIA diminta Tambah Penerbangan Internasional

0
317
Sukamto anggota Komisi V DPR RI.

Jakarta, Nawacita – Pembangunan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) ternyata hanya memiliki 2 arah untuk jalur penerbangan internasional. Untuk itu perlu dilakukan inovasi dan pengembangan-pengembangan untuk lebih meningkatkan kapasitas bandara saat mulai beroperasi nanti.

Sukamto Anggota Komisi V Dapil Yogyakarna  menjelaskan saat ini penerbangan luar negeri di bandara YIA hanya dua arah dan dalam negeri hanya 18 arah. Maka dari itu Sukamto berharap untuk segera mungkin menyelesaikan pembangunan tersebut agar bandara YIA ramai.

“Kami harapkan penerbangan tidak hanya dua jurusan tadi Singapur dan Malaysia, tapi penerbangan ke Jepang, China, Amerika, Amsterdam segera bisa dibuka. Dengan demikian ini akan jadi cukup menjadi ramai di bandara,” ungkapnya saat meninjau Bandara Kulon Progo bersama sejumlah anggota Komisi V DPR RI, Sabtu (10/4/2021).

Sukamto menilai Bandara Yogyakarta ini sangat prestige sebagai bandara besar, yang bisa memuat untuk landing pesawat terberat dan juga bisa landing untuk pesawat yang besar.

Apalagi bandar ini memakan biaya yang sangat besar dalam membangun bandara tersebut, sehingga dengan hanya dua arus luar negeri dan 18 arus dalam negeri tidak akan menutup biaya operasional.

“Bandara ini cukup besar biayanya, kalau bandara ini hanya luar negeri dua arah, 18 arah dalam negeri, menurut saya belum BEP (Balik modal) itu karena kalau membangun itu harus BEP harus untung, minimal biaya operasional tertutup,” tandas politisi partai PKB itu.

“Maka harapan saya penerbangan untuk keluar negeri jangan hanya dua arah tapi harus segera di tambah, begitu juga penerbangan antar provinsi coba segera dikembangkan biar tidak hanya 18 arah saja,” sebutnya.

Selain itu, Sukamto juga berharap kepada Dirjen Kementerian Perhubungan yang memiliki program pembangunan bandara di Yogyakarta  secepatnya membuat inovasi-inovasi. Salah satunya program pembangunan stasiun Kereta Api menuju bandara Yogyakarta International Airport (YIA)

Ia berharap pembangunan stasiun KA itu cepat diselesaikan agar penerbangan di bandara YIA lebih banyak dan lebih luas lagi.

“Harapan kami kepada Kereta Api Indonesiq (KAI) yang di tinjau hari ini tujuannya untuk melihat kereta api (lintasan). Harapkan KAI segera mungkin, jangan dibuat lama itu karena lalulintas ke bandara Yogyakarta cukup sulit, kalau tidak ada kereta maka dari itu kami harapkan bus itu tetap ada antara kota Yogyakarta ke bandara ini,” pungkasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY