Peningkatan Daya Kreativitas Milenial

0
246
Virus VUI-202012/01, Muncul Varian Baru Covid-19 Asal Inggris.
Virus VUI-202012/01, Muncul Varian Baru Covid-19 Asal Inggris.

Langsa, Nawacita – COVID-19 merupakan penyakit menular yang tengamenyebar dan sekurang-kurangnya telah menginfeksi 1 juta orang dan sebanyak 90% Negara di dunia yang telah menjadi korban. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memberikan pernyataan bahwa status penularan virus Corona dari varian virus yang dikenal dengan istilah COVID-19 telah menjadi status pandemi, karena dinilai bahwa wabah ini sudah sampai tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkanDengan demikian artikel ini bertujuan membahas tentang kreativitas-kreativitas para milenial yang meningkat ditengah Wabah COVID-19.

Pandemi COVID-19 telah berjalan sudah cukup lama dan menyebabkan dampak yang mendalam bagi semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Beban psikologis, sosial, ekonomi dan pendidikan mengalami krisis yang sangat ekstrim. Secara psikologis masyarakat mengalami beban mental akan kekhawatiran tertular virus COVID-19. Dalam bidang ekonomi, banyak pedagang yang harus menutup warungnya berhubung sepinya pembeli. Secara sosial terjadi pengurangan sosialisasi masyarakat secara langsung dan beralih dengan interaksi sosiallewat media sosial.

Pandemi COVID-19 membawa dimensi baru yang tak terkira, baik pada kehidupan manusia maupun interaksi antar Negara. Hanya dalam beberapa hari saja setelah diumumkannya COVID-19 mulai mewabah di Indonesia, maka banyak teknologi-teknologi baru yang mendukung untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Pemerintah juga mengembangkan teknologi untuk memantau perkembangan penyebaran COVID-19 seperti Infeksi emerging milik Kemkes. Pada wabah COVID-19 ini juga dapat menghasilkan sebuah hikmah yang bisa dijadikan kesempatan oleh para milenial untuk berkreativitas.

Beberapa tahun belakangan, kita sering sekali mendengar istilah generasi milenial. Tanpa kita sadari, lama kelamaan istilah ini menjadi akrab ditelinga kita. Tapi sebenarnya, apa siharti generasi milenial?

Generasi milenial merupakan keadaan dimana perkembangan dan pertumbuhan dalam kehidupannya dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga mengalami perubahan yang sangat cepat. Generasi milenial adalah kelompok anak muda yang berusia dari belasan tahun sampai 30 tahun. Bahkan, istilah Generasi Milenial sering terdengar akrab dikalangan masyarakat karena mampu merespon kebutuhannya dengan mengikuti penggunaan teknologi digital. Pada usia milenial ini, mereka sangat mempunyai kecenderungan untuk mengikuti tren masa kini. Melihat dan menerapkan apa yang sedang ngetren.

Pada saat pandemi COVID-19 hampir separuh waktunya, milenial lebih menyukai berada didepan gawai. Menggali informasi dan meng-update segala sesuatu yang baru. Jadi, hampir semua milenial memilki akun media sosial, karena dalam media sosial pun tidak memiliki keterbatasan ruang untuk berinteraksi dan berkreasi. Kreativitas yang terjadi karena adanya masalah dari suatu situasi atau kondisi, dan dengan adanya wabah COVID-19 ini justru tidak lantas menyurutkan semangat kerativitas para milenial. Tentunya kegiatan yang dilakukan para milenial ini akan berdampak positif bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

Perubahan-perubahan penggunaan teknologi mulai terjadi di Era COVID-19 ini. Dengan demikian para milenial memanfaatkan hal tersebut dengan jual beli online menjadi pasar yang sangat diminati saat COVID-19 dan yang paling banyak diincar oleh pembeli adalah produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan lain sebagainya yang digunakan untuk perlindungan diri dari COVID-19.

Media sosial yang digunakan oleh generasi milenial tidak hanya semata-mata untuk keperluan bisnis saja namun di media sosial ini para milenial juga dapat berbagi konten yang bersifat mengedukasi baik dari segi keagamaan maupun pengetahuan umum yang dapat digunakan dan bermanfaat untuk orang lain

Untuk meningkatkan kreativitas para milenial dibutuhkan tools yang dapat membantu para milenial dalam berkreativitas membuat konten-konten yang mengedukasi. Dalam hal ini media sosial sangat berperan penting dalam keberlangsungan kreativitas para milenial untuk menampilkan video konten yang sangat bermanfaat pada pandemi COVID-19.

Dengan demikian para milenial juga dapat menggunakan media sosial dalam mengembangkan konten positif, misalnya menyiapkan konten dakwah dari ceramah keagamaan kiai/ulama yang jelas sanad keilmuannya. Konten itu bisa diringkas menjadi video grafis pendek dan menjadi durasi singkat yang bisa diunggah dimedia sosial. Mengingat kecendrungan masyarakat yang malas membaca dan menonton video dalam durasi panjang. Bisa juga menjadikan meme berupa quote atau nasehat sehingga mudah dibagikan dan mudah diterima oleh masyarakat.

Penulis : Juni Manda Sari Mahasiswi Bimbingan dan KonselingIslam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

LEAVE A REPLY