Bersama Kita Mensukseskan Program Pemerintah “Gemar Membaca” Sebagai Penyalur Baca Masyarakat di Gampong Tualang Teungoh

0
110

Aceh, Nawacita – Membaca adalah jendela dunia, karena dengan membaca maka manusia dapat mengetahui banyak hal yang tidak diketahuinya. Kemampuan dan kemauan membaca akan mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan seseorang. Semakin banyak membaca dapat dipastikan seseorag akan semakin banyak tahu dan banyak bisa, artinya banyak nya pengetahuan seseorang akan membantu dirinya dalam melakukan banyak hal yang sebelumnya diketahui, sehingga seseorang yang banyak membaca memiliki kualitas yang lebih dari orang yang sedikit membaca.
Kegiatan membaca buku merupakan kegiatan kognitif yang mencakup proses penyerapan pengetahuan, pemahaman, kemampuan analisis, kemampuan sintesis, dan kemampuan evaluasi. Dengan terbiasa membaca maka seseorang akan memiliki cakrawala pengetahuan yang luas, kreativitas terbuka, imajinasitinggi, pemikiran yang maju dan berkembang serta menjadi cikal bakal pemberdayaan manusia yang cerdas dan berbakat. Membaca adalah wujud dari sifat pembelajar. Sangat pantas jika buku disebut sebagai jendela dunia dan membaca merupakan invetasi masa depan.

Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang luas untuk membaca. Minat baca tumbuh dari pribadi masing-masing seseorang, sehingg untuk meningkatkan minat baca perlu kesadaran setiap individu. Negara-negara maju adalah negara yang minat baca masyarakat tinggi. Oleh karena itu minat baca menduduki posisi penting bagi kemajuan suatu bangsa. Dibanding dengan Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dan negara asing lainnya, Indonesia menduduki urutan terbawah dalam hal minat baca. Di tingkat internasional, Indonesia memiliki indeks membaca 0,001. Hal itu berrati dalam setian 1000 orang, hanya 1 orang yang memiliki minat baca tinggi, kondisi itu jauh berbeda jika dibanding dengan amerika yang memiliki indeks membaca 45, dan singapura 0,55. Berdasarkan survey UNESCO minat baca masyarakat indonesia menduduki urutan 38 dari 39 negara yang diteliti.
Rendahnya budaya membaca ini juga dirasakan pada pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan disekolah/kampus yang ada jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa/mahasiswa. Demikian pula perpustakaan umum yang ada disetiap kota/kabupaten yang tersebar di nusantara ini, pengunjungnya relatif tidak begitu banyak. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat indonesia belum mempunyain budaya membaca. Sehingga wajar apabila indeks sumber daya manusia bangsa indonesia juga rendah. Upaya menumbuhkan minat baca bukannya tidak dilakukan. Pemerintah melalui lembaga yang relevan telah merencanakan minat baca, hanya saja yang dilakukan oleh pemerintah maupun institusi swasta untuk menumbuhkan minat baca belum optimal. Oleh karena itu agar bangsa Indonesia dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara- negra tetangga, perlu menumbuhkan minat bac sejak dini. Sejak mereka mulai dapat membaca. Dengan menumbuhkan minat baca sejak dini diharapkan budaya membaca masyarakat Indonesia dapat di tingkatkan.

LANGSA TUALANG TEUNGOH, dari hasil survey minat baca pada gampong tualang teungoh sangat rendah, meurut pak geuchik nya Samsuar Amin, hal ini disebabkan oleh adanya kesalahan pada sistem pendidikan.
Menurut Samsuar, persoalan itu terjadi karena adanya kesalahan sistem pengajaran dari sekolah dasar (SD). Anak-anak kelas 1 SD dipaksakan berhitung dan membagi. Padahal anak-anak seusia itu diajarkan bercerita dan membaca. “kita ingin ke depan sistem pengajaran ini harus id ubah. Jadi, anak-anak diberi kebeban untuk bercerita dan membaca, jangan diajarkan yang berat-berat. Karna jika semua siswa bisa membaca maka pelajarn apapun sudah mudah.” Ujarnya.
Samsuar juga mengatakan, ada beberapa penyebab yang mungkin bisa kita renungkan dari rendahnya minat baca di gampong tualang teungoh saat ini.

1. Lingkungan Sekitar

Lingkungan hidup di sekitar kita merupakan faktor penting dalam kehidupan, karena secara tidak langsung lingkungan sekitarlah yang membentuk kebiasaan kita. Lingkungan keluarga misalnya, lingkungan ini adalah yang paling dekat dengan kita. Jika lingkungan di keluarga kita saja sudah tidak membudayakan kebiasaan membaca, atau bahkan membeli

bukupun tidak diperbolehkan jika begitu dari mana benih-benih minat membaca dapat tumbuh.

2. Gadget

Kembali lagi membicarakan generasi milenial, Sekarang ini anak bayi saja sudah mengenal gadget. Perilaku manusia dari anak bayi sampai orang dewasa jika sedang makan telah berubah karena tidak bisa terlepas
dari gadget, contohnya anak bayi yang tidak bisa makan kalau tayangan
kartun kesukaannya tidak diputar dihadapannya dengan gadget, dan sebenarnya tidak hanya anak bayi, anak remaja dan dewasapun banyak juga yang melakukan kegiatan makan sambil main gadget sekarang ini. Gadget jaman sekarang ini memang multifungsi, bisa untuk menonton televisi, bisa untuk foto-foto, dan yang pastinya bisa untuk bermain games sebagai sarana hiburan. Hanya dengan satu gadget kita bisa melakukan banyak hal, sekaligus melupakan banyak hal.

3. Game Online Dan Sosial Media

Game online ataupun aplikasi di dalam gadget sekarang ini seperti Instagram, facebook, atau aplikasi hiburan seperti dubsmash, musically, hingga tiktok, sekarang ini memang sedang marak di dunia maya. Baik anak kecil sampai orang dewasa bermain game dan menggunakan
aplikasi tersebut hampir disetiap waktu luang yang mereka miliki, dan
lebih parahnya banyak dari mereka menjadi kecanduan. Kalau sudah di tahap kecanduan yang tidak baik, kedua tangan mereka setiap harinya sibuk untuk bermain, jadi jangankan untuk menyentuh buku untuk membaca, untuk makan ataupun bersosialisasi dengan sesamanya pun terkadang mereka hampir lupa. Memang game online dan aplikasi

hiburan tersebut dapat berfungsi sebagai media untuk melepaskan penat dan stress setelah beraktivitas kita biasanya. Tetapi, terkadang kita lupa bahwa buku juga dapat menjadi media lain yang bisa membantu meredakan stress tanpa harus takut akan radiasi yang dikeluarkan gadget kita.

4. Diri Sendiri

Selain lingkungan dan teknologi canggih yang semakin menjauhkan kebiasaan kita dari membaca. Ada faktor lain yang sebenarnya paling kuat dan menentukan tindakan kita yaitu niat dalam diri kita sendiri.
Diri kita sendiri adalah faktor-faktor terpenting dalam melakukan sesuatu hal. Jika di dalam diri sendiri saja tidak memiliki ketertarikan dalam membaca maka jangankan membaca buku, menyentuh atau mendengar judul buku saja mungkin rasanya sudah malas dan mengantuk. Maka dari itu bibit-bibit baca sudah seharusnya ditanamkan sedari kita kecil.
Padahal kalau kita sudah menanmkan dalam diri kita bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik dan menyenangkan pasti kita akan lebih mudah membaca buku-buku, baik itu buku novel ataupun buku
pelajar.

Penulis : ZAHRATUL AINA /ALFADILA HIZAN, UMMI KASTURI

LEAVE A REPLY