TIDAK ADANYA ANDROID, SINYAL DAN KOUTA INTERNET PADA PEMBELAJARAN DARING, APA DAMPAKNYA ?

0
129
foto Istimewa

ACEH, NAWACITA – Pembelajaran Daring? Kata yang sudah tidak asing lagi disebutkan ketika
mendengar kata pembelajaran daring, kata yang membuat para masyarakat ingin
mengeluarkan harapan “ kapan berakhir dan hilangnya Pandemi Covid-19”
Salah satu penyakit yang terus meningkat persentasenya saat ini dan
menimbulkan kecemasan bagi masyarakat adalah penyakit yang ditularkan atau
disebabkan oleh virus yaitu Coronavirus atau Covid-19. Penyebaran virus yang
begitu cepat banyak menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Bentuk khawatir
serta cemas pada masyarakat terjadi pada segala bidang tampa kata terkecuali pada
bidang pendidikan.

Pandemi Covid-19 memaksa setiap individu tampa memandang usia tua atau
muda untuk memahami makna kehidupan serta dipaksa untuk saling memahami dan
saling peduli antar sesama makhluk hidup. Banyak tantangan yang dihadapi pada
masa Covid-19 terutama dalam bidang pendidikan.
Tantangan yang dihadapi pada masa Covid-19 dalam bidang pendidikan
adalah dilaksanakannya pembelajaran Daring. Pelaksanaan pembelajaran yang sudah
ditentukan sesuai dengan himbauan Menteri Pendikan dan Kebudayaan Indonesia
melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijaksanaan
Pendidikan dalam masa Darurat Penyebaran Corona Virus Diseae (COVID-19).
Pembelajaran daring dilaksanakan karena pendemi Covid-19 yang memaksa untuk
melakukan physical distancing (menjaga jarak) dan social distancing (pembatasan
social) yang awalnya terdengar asing, akan tetapi sekarang menjadi kalimat yang
sangat familiar untuk disebutkan. Physical distancing dan social distancing di
terapkan guna untuk menghidari penyebaran serta memutuskan tali rantai penyebaran
Covid-19.

Pembelajaran yang dilakukan secara daring seharusnya membuat pada
masyarakat khususnya para pelajar menjadi lebih kreatif dan dapat menciptakan ide-
ide kreatif baru dalam proses pembelajaran. Mengapa demikian ? karena pada
pembelajaran daring para pelajar dituntut untuk mencari informasi-informasi serta
pengetahuan tambahan dari penjelasan yang disampaikan oleh seorang pendidik.
Tetapi semuanya berbanding terbalik dengan fakta yang ada, banyak para pelajar
yang tidak paham dengan materi pembelajaran, serta banyaknya kendala-kendala
yang terjadi dalam proses pembelajaran daring. Kendala yang membuat para pelajar
tidak paham akan materi bahkan para pelajar tidak dapat mengikuti proses
pembelajaran adalah perlunya alat komunikasi yaitu Handphone, kualitas sinyal serta
kouta internet yang dimiliki oleh para pelajar.

Pada pembelajaran daring alat komunikasi yang sangat diperlukan adalah
Handphone. Handphone merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan saat
pembelajaran daring.Bukan hanya handphone yang menjadi kebutuhan pokok dalam
pembelajaran daring akan tetapi terdapat kebutuhan tambahan yang diperlukan para
pelajar saat pembelajaran daring yaitu sinyal dan kouta internet, semua kebutuhan ini
harus dilengkapi agar pembelajaran daring dapat berjalan dengan maksimal.Akan
tetapi semua kebutuhan dalam pembelajaran daring yaitu handphone, kualitas sinyal
serta adanya kouta internet tidak dapat terpenuhi semuanya saat pembelajaran daring.
Tepatnya di Dusun Muda Usaha Desa Ingin Jaya Kecamatan Rantau,

Kabupaten Aceh Tamiang. Banyak para pelajar bahkan bukan hanya para pelajar
orang tua juga ikut merasakan dampak dari pembelajaran daring yang dilakukan
selama masa pandemi Covid-19. Menurut orang tua pelajar di Dusun Muda Usaha ”
Handphone dalam proses pembelajaran selama pandemi saat ini sangat diperlukan.
Bukan hanya handphone sinyal yang mendukung serta kouta internet pun harus ada,
akan tetapi yang menjadi kendala sebagai orang tua yang mendampingi anak belajar
dan menginginkan anaknya menjadi sukses, bidang perekonomian tidak mendukung.
Handphone diwajibkan harus ada tetapi uang untuk membeli handphone serta kouta
internet tidak ada, pihak sekolah hanya memberikan paket belajar sesuai kebutuhan
dan paket tersebut tidak dapat digunakan selama berbulan-bulan, sedangkan
pembelajaran daring dilaksanakan selama berbulan-bulan bahkan tahun. Orang tua
bisa membelikan anak handphone untuk belajar akan tetapi uang yang digunakan
untuk membeli handphone adalah uang untuk makan sehari-hari, dan untuk mengatasi
kesulitan dalam membeli handphone pun orang tua harus mencari pinjaman kepada
pihak-pihak yang memberikan pinjaman. Setelah anak sudah dibelikan handphone
kendala yang terjadi adalah kualitas sinyal pada handphone. Jaringan yang susah
didapatkan di desa Ingin Jaya dusun Muda Usaha merupakan masalah lagi pada
proses pembelajaran”. “ Ujar ibu Rukiah”

”Proses pembelajaran daring sangat-sangat sulit buat dijalanin, walupun sulit
tetapi sudah menjadi keharusan yang harus dikerjakan atau dilakukan oleh anaknya.
Yang menjadi kendala dalam pembelajaran daring yang dirasakan adalah kualitas
sinyal. Kualitas sinyal yang bisa dikatakan buruk, Dapat menghambat proses
pembelajaran, Apalagi ketika listrik padam dan proses pembelajaran daring sedang
berlangsung, sinyal bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Hal tersebutlah yang benar-
benar membuat ibu ayati menjadi prihatin dalam menghadapi proses pembelajaran
Daring yang sedang dilakukan oleh anaknya”.”ujar ibu Ayati”

Pembelajaran daring benar-benar tidak dapat berjalan dengan maksimal jika
kebutuhan dalam pembelajaran daring tidak ada. Ketetuan kehadiran berdasarkan list
hadir pelajar yang dikirim melalui media pembelajaran daring seperti WhatsApp
Group, Classroom, bahkan Zoom. Pelajar tidak dapat mengisi absensi jika kebutuhan
pembelajaran daring seperti handphone, Sinyal bahkan kouta internet tidak ada.
Pelajar tidak dapat mengikuti proses pembelajaran,yang mana jika tidak mengikuti
pelajaran semua materi yang harusnya para pelajar kuasai tidak akan dapat dikuasai
bahkan dapat dikatakan para pelajar akan tertinggal dengan semua materi yang
diberikan oleh para pendidik, Hal tersebutlah yang akan menambahkan angka
kebodohan semangkin meningkat.
Dengan begitu tidak adanya handphone, kualitas sinyal serta kouta internet
saat pembelajaran daring sangat-sangat memberikan dampak pada para pelajar seperti:

1. Tertinggalnya materi pembelajaran
2. Pengaruh pada absensi kehadiran
3. Menurunnya nilai raport
4. Kurangnya Interaksi antara guru dan siswa

Dampak dari tidak adanya kebutuhan yang harus terpenuhi saat pembelajaran
daring tersebut membuat para masyarakat ingin mengungkapkan harapan agar adanya

bantuan baik dari pemerintah dan sekolah. Bantuan yang dapat membantu para
pelajar agar para pelajar dapat mengikuti pembelajaran secara daring dengan
maksimal. Dan semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan hilang serta tidak ada
lagi penyebaran-penyebaran Covid-19 seiring dengan berlakunya kebijakan
pemerintah yang telah memberlakukan New Normal. Sehingga proses pembelajaran
bisa terlaksana seperti semula yaitu pembelajaran dilaksanakan secara langsung dan
adanya interaksi langsung antara guru dan siswa.

Penulis : Risjki Apridawati, (PGMI). IAIN Langsa.

LEAVE A REPLY