Pimpinan Komisi X DPR RI Minta Menpora Gugat BWF Soal All England

0
208
Menpora Zainudin Amali

Jakarta, Nawacita – Insiden yang menimpa atlet bulutangkis Indonesia dalam ajang All England masih menimbulkan rasa kecewa, meskipun Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sudah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Partai Demokrat, Dede Yusuf meminta untuk mengajukan gugatan terhadap BWF.

“Terkait BWF kami sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh pak menteri terhadap protes, tapi saya minta langsung kita harus melakukan gugatan karena ini masalahnya adalah perjuangan anak-anak kita, tim kita yang sudah lama, uang yang sudah kita keluarkan,” kata Dede dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Selasa (23/3/2021).

Terkait hal itu, Zainudin Amali menyebut gugatan itu bisa dilayangkan namun harus dari federasi bulutangkis bukan melalui pemerintah.

“Tentu itu posisi pemerintah tidak mungkin karena kalau arbitrase olahraga internasional harus dilakukan oleh federasi itu sendiri bukan pemerintah. Ini kan bukan sengketa batas wilayah,” jelas Zainudin Amali.

Ia mengingatkan jika gugatan itu dilayangkan harus berdasarkam data-data dan bukti yang jelas bukan hanya sekedar asumsi semata.

“Kita harus benar-benar hati-hati menggugat, itu juga harus dasar yang kuat tidak boleh hanya asumsi-asumsi dan kalaupun itu dilakukan itu bukan ke pemerintah tali oleh federasi. Federasi merasa dirugikan itu silahkan, apa yang dibutuhkan, pemerintah akan bantu,” terangnya.

Bagi pemerintah sendiri, lanjut Zainudin, dengan menyampaikan permintaan maaf oleh presiden BWF kepada Indonesia itu sudah cukup. Sebab pemerintah tidak merespon dalam situasi yang emosional.

“Untuk pemerintah yang disampaikan oleh presiden BWF untuk sementara itu cukup sembari kita melihat perkembangan berikutnya, kan masih ada turnamen-turnamen yang akan dilakukan. Dan sekali lagi pemerintah merespon ini tidak dalam situasi emosional kita memberikan respon yang sangat proposional,” pungkasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY