Jatim Tak Perlu Beras Impor

0
177
Harga Beras
Ilustrasi.

JawaPos.com – Rencana pemerintah untuk mengimpor beras menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Persoalan itu juga mendapat respons dari legislatif maupun eksekutif di Jawa Timur (Jatim). Pemprov telah menyampaikan situasi terakhir ketersediaan beras di Jatim. Dipastikan, stok masih aman. Di sisi lain, DPRD Jatim meminta rencana tersebut dikaji lagi.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Ahmad Athoillah menegaskan, saat ini Jatim tidak memerlukan beras impor. Sebab, saat ini stok beras di Jatim surplus. Bahkan, produksi beras selalu naik dari tahun ke tahun.

”Karena itu, pemerintah tidak memiliki alasan untuk mengimpor beras. Produk petani masih mumpuni,” kata politikus PKB tersebut.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada kuartal ketiga 2020 produksi padi di Jatim mencapai 10,02 juta ton. Ada peningkatan di masa yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya 9,58 juta ton. Capaian itu mampu memberikan kontribusi pada 16 provinsi di Indonesia Timur.

”Apalagi, petani Jawa Timur diperkirakan panen pada akhir Maret hingga April mendatang,” ujarnya.

Karena itu, kata Athoillah, pihaknya meminta rencana impor beras tidak direalisasikan. ”Harga beras petani lokal bisa jatuh dan tidak terserap,” jelasnya.

Sementara itu, pro-kontra seputar rencana impor beras juga mendapat respons dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dia telah menyampaikan kondisi terakhir ketersediaan pangan di Jatim. Dia memastikan stok beras masih aman. Selain itu, masih ada masa panen petani.

Khofifah yakin produksi beras di Jatim bisa berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional. ”Saya menghubungi langsung ke pusat untuk menjelaskan fakta di lapangan,” tegas mantan menteri sosial tersebut.

Dia meminta masyarakat tidak berspekulasi macam-macam. Saat ini stok pangan dan distribusi tetap berjalan normal. Khofifah tidak ingin ada oknum yang mengambil kesempatan dengan mempermainkan sistem distribusi beras.

jp

 

LEAVE A REPLY