Hari ini 2 Kubu Demokrat datangi KemenkumHam

0
340

Nawacita | Jakarta – Kantor Kementerian Hukum dan HAM bakal ramai hari ini. Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Partai Demokrat pimpinan Moeldoko bakal mendatangi kantor Kemenkum HAM.

AHY bakal memberikan bukti Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, tidak sah.
 
“Kita besok akan menyampaikan bagaimana sikap Partai Demokrat menghadapi KLB abal-abal ini dengan segala bukti yang kita miliki dari sisi legalitas, sesuai AD/ART,” kata anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Maret 2021.
 
AHY akan memboyong 34 pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ke Kemenkumham. Rencananya, mereka berangkat dari markas Partai Demokrat sekitar pukul 08.30 WIB.
“Kita ingin menunjukkan pada Kemenkumham apa yang menamakan dirinya KLB adalah abal-abal saja dan itu tidak sah dan itu di luar konstitusi AD/ART Partai Demokrat,” tegas Syarief.

Syarief menyebut pihaknya hanya memboyong ketua umum dan pimpinan DPD. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono tak ikut.

Baca Juga : Tidak Sesuai AD/ART, SBY Pastikan Moeldoko tidak sah sebagai Ketua Umum Demokrat
 
Sementara itu, Partai Demokrat hasil KLB yang memenangkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat bakal diserahkan ke Kemenkumham, Senin, 8 Maret 2021. “Iya, pasti (hasil KLB) akan didaftarkan, besok,” kata kader senior Partai Demokrat Hencky Luntungan melalui keterangan tertulis, Minggu, 7 Maret 2021.
 
Hasil KLB rencananya diserahkan sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, Moeldoko tak bakal hadir dalam penyerahan itu.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Marzuki Alie mengatakan, akan segera melakukan pembenahan Karena Demokrat hanya diisi oleh orang-orang di lingkaran Cikeas.

Baca Juga : Moeldoko Ketum Demokrat yang Baru

“Senin besok (hari ini, red) pengurus Demokrat hasil KLB akan menyerahkan berkas ke Kementerian Hukum dan Ham untuk dipelajari dan disahkan karena Demokrat hasil KLB merupakan Demokrat yang sah dan KLB dilakukan karena kader menginginkan pembenahan Demokrat untuk menjadi partai terbuka bagi siapapun,” pungkas Marzuki. © medcom/jawapos/alma

LEAVE A REPLY