OJK Dorong Peningkatan Kredit UMKM dan Konsumsi

0
97

Bali | Nawacita – Untuk mempercepat pemulihan ekonomi dalam negeri akibat dampak dari pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri perbankan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) dan konsumsi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam dialog virtual bersama industri jasa keuangan dan awak media pekan kemarin, menyatakan, sektor UMKM menjadi prioritas dalam proses pemulihan ekonomi nasional. “Ini karena sektor UMKM bisa didorong dalam jangka pendek, khususnya di daerah karena pertumbuhan ini bukan saja di kota, tapi di daerah,” jelasnya.

Dilanjutkan Wimboh, pemulihan sektor UMKM sejalan dengan upaya pemerintah yang sudah memberikan kebijakan stimulus dengan memberikan subsidi bunga dan penjaminan kredit bagi UMKM. Selain itu, kebijakan restrukturisasi kredit yang sudah diperpanjang,

Terkait hal tersebut, Wimboh juga meminta industri perbankan mempercepat penyaluran kredit pada kwartal pertama tahun ini, melanjutkan tren pertumbuhan kredit yang mulai membaik pada kwartal empat tahun 2020.

Menurutnya, OJK akan terus mengawal upaya perbankan menyalurkan kredit sesuai rencana bisnis bank (RBB) yang disampaikan ke OJK sebesar 7,13 persen pada 2021.  “Kami berikan arahan ke masyarakat menjadi sekitar 7,5 persen plus minus 1. Itu jadi acuan kita bersama dan kita akan sering bertemu membahas rencana bisnis ini. Kami bersama pemerintah terus mengkaji kebijakan apa lagi yang bisa dilakukan,” urainya.

Wimboh menyatakan akan mempertimbangkan  beberapa hal yang menjadi perhatian para bankir, seperti penyediaan platform marketplace, pemanfaatan usance letter of credit (L/C), berbagai insentif untuk menggairahkan sektor properti.

Sementara itu, Ketua Himbara Sunarso menyambut baik kebijakan OJK di masa pandemi, khususnya restrukturisasi kredit yang sudah diperpanjang hingga Maret 2022 serta diperbolehkannya debitur melakukan restukturisasi ulang dalam jangka waktu tersebut. “Policy respon ini sangat tepat, hingga saat ini, kondisi di industri perbankan masih cukup baik untuk mendorong pemulihan ekonomi,” terangnya.

Selain itu, Sunarso menyatakan optimistis kondisi perekonomian nasional akan membaik, mengingat pada kwartal empat 2020 kredit perbankan sudah positif dan diharapkan pada tahun ini semakin tumbuh dengan adanya vaksin Covid 19.

Jp

LEAVE A REPLY