Pemkab Pacitan Akan Kembangkan Waduk Tukul Jadi Destinasi Wisata Buatan

0
42

Pacitan | Nawacita – Pemkab Pacitan Akan Kembangkan Waduk Tukul Jadi Destinasi Wisata Buatan. Pemkab Pacitan akan mengembangkan Waduk Tukul menjadi destinasi wisata buatan.Presiden Joko Widodo telah meresmikan Bendungan Tukul pada Minggu (14/2/2021).

“Kami akan menjadikan area tersebut sebagai destinasi wisata buatan yang memanfaatkan Waduk Tukul,” kata Andi Faliandra, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan kepada Kompas.com, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga : Bendungan Tukul Diresmikan Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah : Bendungan Tukul Pacitan Bagian Sejahterakan Masyarakat Pacitan

Rencana tersebut muncul karena waduk di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari tersebut dekat dengan beberapa tempat wisata, seperti Pemandian Banyu Anget Tirto Husodo dan Monumen Jenderal Sudirman.

Andi mengatakan wisatawan juga dapat melihat pemandangan luar biasa di sekitar Waduk Tukul.

“Itu daerah pegunungan. Pemandangannya luar biasa karena diapit bukit-bukit, seperti kayak di kawah. Bisa jadi salah satu destinasi baru,” ujar dia.

Jika sudah menjadi tempat wisata, Waduk Tukul akan menghadirkan sejumlah kegiatan wisata menarik.

Beberapa di antaranya adalah naik perahu menyusuri waduk, banana boat, hingga kegiatan wisata alam di sekitarnya.

“Bisa juga sediakan fasilitas yang terkait air. Tapi kami perlu waktu untuk membangun sarana dan prasarana,” tutur Andi.

Sebelum peresmian Waduk Tukul, sudah banyak warga yang berfoto di sekitar lokasi.

Tempat yang kerap menjadi spot foto adalah jalur melingkar di sekitar waduk.

“Jalur melingkar banyak orang foto di situ, tapi setelah waduk selesai dan tahap pengisian,” terangnya.

Mengutip Kompas.com, Senin (15/2/2021), peresmian bendungan tersebut diharap dapat meningkatkan ketahanan pangan, terutama bagi warga Pacitan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Waduk Tukul mampu menampung 8,7 juta meter kubik air dan bisa mengairi sekitar 600 hektar sawah.

“Kemudian penyediaan air baku sampai dengan 300 liter per detik, dan potensi sebagai energi listrik, tentu juga adalah untuk wisata dan konservasi,” ujar dia.

“Kemudian penyediaan air baku sampai dengan 300 liter per detik, dan potensi sebagai energi listrik, tentu juga adalah untuk wisata dan konservasi,” ujar dia.

Surya

LEAVE A REPLY